Serius dalam Pelestarian Biodiversitas Batang Toru, FOKUS Apresiasi Agincourt Resources

Serius dalam Pelestarian Biodiversitas Batang Toru, FOKUS Apresiasi Agincourt Resources.
Sumber :
  • Ist/VIVA Medan

Medan, VIVA MedanForum Konservasi Orangutan Sumatera ( FOKUS ) mengapresiasi langkah nyata PT Agincourt Resources (PTAR) dalam mendukung upaya konservasi orangutan Tapanuli dan keanekaragaman hayati di ekosistem Batang Toru. Apresiasi itu disampaikan setelah tim FOKUS melihat langsung berbagai upaya konservasi dan aktivitas penelitian di Stasiun Riset Batang Toru. 

Ketua FOKUS, Julius Paolo Siregar, menilai stasiun penelitian yang dibangun PTAR bersama Yayasan Marsada Sahata Lestari itu merupakan bukti nyata keberpihakan perusahaan terhadap konservasi orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis), spesies kera besar yang terancam punah 

”Ini salah satu upaya nyata yang sudah kami lihat. Meskipun tentu perlu peningkatan, dengan melihat kembali target-target di dalam konservasi, khususnya untuk orangutan Tapanuli di Batang Toru,” ucapnya, Minggu 23 Agustus 2026.

Menurut Julius, upaya konservasi ke depan perlu melihat ekosistem dalam perspektif lanskap, tidak hanya fokus pada satu spesies maupun habitat tertentu.

“Konservasi itu tidak monoton pada habitat ataupun spesies, tetapi berbasis lanskap. Peran swasta menjadi penting untuk mengajak para investor memberikan perhatian lebih kepada ekosistem setempat,” ujarnya.

Koordinator Kelompok Pemerhati FOKUS, Khairul Azmi, berharap stasiun penelitian itu menjadi contoh bagi perusahaan lain. 

“Hari ini saya mendapatkan kepuasan setelah melihat langsung kepedulian perusahaan terhadap konservasi orangutan dan keanekaragaman hayati di sekitar asetnya. Stasiun penelitian ini kalau bisa menjadi pilot project bagi perusahaan-perusahaan lain di Sumatera Utara,” ujarnya. 

Ahli konservasi primata sekaligus anggota Biodiversity Advisory Panel (BAP) PTAR, Sri Suci Utami Atmoko, Ph.D., menjelaskan Stasiun Riset Batang Toru berada di Area Penggunaan Lain (APL) pada ketinggian 175–500 mdpl. 

”Lokasi ini penting karena merupakan habitat dataran rendah yang disukai orangutan, namun masih minim diteliti. Ini akan menjadi informasi yang sangat penting bagi ilmu pengetahuan,” ujarnya. 

Hasil pemantauan kamera jebakan menunjukkan kawasan pelestarian Martabe menjadi habitat bagi tiga satwa ikonik, yakni orangutan Tapanuli, harimau Sumatera, dan tapir.”Tiga spesies andalan itu cuma ada di sini, di Batang Toru,” kata Suci.

Manager Biodiversity & Environmental Strategic Development PT Agincourt Resources, Syaiful Anwar, mengatakan pengembangan Stasiun Riset Batang Toru diarahkan tidak hanya sebagai lokasi penelitian, tetapi juga sebagai ruang untuk menghasilkan pengetahuan yang dapat berkontribusi pada ilmu konservasi. Sejumlah hasil penelitian PTAR telah dipresentasikan dalam konferensi nasional dan internasional.