Dari Hutan Lestari ke Panggung PRSU, Green Justice Indonesia Kampanyekan Konservasi Lewat Pameran HHBK
- Ist/VIVA Medan
Medan, VIVA Medan–Ajang Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 tahun ini menghadirkan warna baru yang sarat edukasi dan aksi lingkungan. Kehadiran stan Green Justice Indonesia (GJI) sukses menarik perhatian pengunjung berkat fokus utama mereka pada kampanye konservasi alam serta pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan hutan.
Manajer Program GJI, Sofian Adli, menjelaskan bahwa keikutsertaan mereka dalam pameran tingkat provinsi ini merupakan bagian penting dari strategi membangun ekonomi hijau langsung dari tingkat desa. Melalui pameran produk Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), GJI berupaya memastikan komoditas lokal yang ramah lingkungan memiliki daya saing tinggi di pasar yang lebih luas.
"Kegiatan ini bukan hanya sekadar promosi. Kami ingin menunjukkan bahwa perlindungan hutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan beriringan," ucap Ali, sapaan akrabnya, Sabtu 1 Juli 2026.
Ia menambahkan, ketika masyarakat sekitar kawasan hutan memperoleh manfaat ekonomi secara langsung dari pengelolaan hutan yang lestari, maka motivasi untuk melindungi kawasan dari ancaman perambahan, pembalakan liar, dan kerusakan lingkungan akan semakin kuat secara mandiri.
Melalui ajang PRSU ke-50, GJI memfasilitasi pertemuan langsung antara masyarakat pengelola hutan dengan berbagai pemangku kepentingan. Mulai dari calon pembeli, pelaku usaha, investor, hingga mitra pemasaran strategis.
Langkah ini diharapkan mampu membuka akses pasar yang lebih luas, mendongkrak nilai jual produk lokal, serta mendorong terbentuknya kemitraan usaha yang berkelanjutan.
Dukungan dari berbagai pihak sangat krusial agar komoditas unggulan kawasan hutan dapat berkembang menjadi produk berkualitas tinggi yang memberikan kontribusi nyata bagi pendapatan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian hutan untuk generasi mendatang.
Antusiasme tinggi tampak dari para pengunjung PRSU, salah satunya Dian Gunawan. Ia mengaku sangat terkesan dan baru pertama kalinya menemukan stan dengan konsep unik serta edukatif di ajang tahunan tersebut.
“Tadi saya lihat ada foto-foto keren, terus ada juga kemenyan sama kopi. Baru ini saya lihat di sini (PRSU),” ungkap Gunawan.
Ketertarikan tersebut mendorong Gunawan untuk berdialog langsung dengan penjaga stan guna menggali informasi lebih dalam mengenai profil serta program-program konservasi yang dijalankan oleh Green Justice Indonesia.