Kaca Rumah Dinas Wabup Deli Serdang Pecah Diduga Ditembak OTK, Polisi Turun Lakukan Penyelidikan

Polisi Saat melakukan olah TKP rumah dinas Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo.
Sumber :
  • Ist/VIVA Medan

Deli Serdang,VIVA Medan–Rumah Dinas Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, yang berada di kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang, diduga ditembak orang tidak dikenal (OTK).

Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, mengungkap penembakan misterius itu, membuat kaca kamar tidur orang nomor dua di Pemkab Deli Serdang ini, pecah. Lalu, ia membuat laporan ke Polresta Deli Serdang. 

Petugas kepolisian dari Satuan Reserse Kriminal Polresta Deli Serdang turun melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), Senin malam, 15 Juni 2026.“Praduga ditembak dari luar,” ucap Lom Lom Suwondo kepada wartawan saat mendampingi petugas Satreskrim Polresta Deli Serdang.

Lom Lom mengungkap pada malam itu, Minggu Malam, 14 Juni 2026, sekitar pukul 22.00 WIB. Ia baru menghadiri pesta rakyat di Kecamatan STM, Kabupaten Deli Serdang. Saat tiba di dalam kamar melihat kaca bagian kamar pecah.

Lalu, politisi Partai Gerindra ini, menemukan pecahan kaca berserakan di lantai dekat jendela. Dua pecahan kaca berukuran besar kemudian diamankan ke sudut ruangan. Lom Lom juga sempat mencari kemungkinan adanya proyektil, namun hingga kini belum ditemukan.

“Masuk ke kamar saya menemukan pecahan kaca di lantai tidak jauh dari jendela. Saya mencari lagi ada tidak proyektil, sampai sejauh ini belum dapat,” kata Wakil Bupati Deli Serdang itu.

 

Polisi Saat melakukan olah TKP rumah dinas Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo.

Photo :
  • Ist/VIVA Medan

 

Menurut Lom Lom, posisi jendela yang pecah berada sangat dekat dengan tempat tidurnya.“Kebetulan jendela itu bersebelahan dengan tempat tidur saya,” katanya.

Setelah mengetahui kejadian tersebut, ia langsung menghubungi istrinya yang sedang menunaikan ibadah haji di Arab Saudi serta Kepala Bagian Rumah Tangga Rumah Dinas.

Lom Lom menilai kemungkinan peluru nyasar sangat kecil mengingat rumah dinas tersebut dikelilingi tembok setinggi sekitar 2,5 meter. Karena itu, ia menduga terdapat unsur intimidasi dalam peristiwa tersebut.

“Kalau menurut saya ini peluru nyasar tidak mungkin karena tembok yang mengelilingi rumah dinas cukup tinggi. Mungkin besar ada motif intimidasi, mengganggu pejabat negara,” sebut Lom Lom. 

Lom Lom berharap kepolisian dapat segera mengungkap penyebab pasti pecahnya kaca rumah dinas tersebut dan mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab apabila ditemukan unsur pidana.