DPRD Sumut Heran Beras Langka : Tapi Ada Panen Raya Padi
- Istimewa/VIVA Medan
VIVA Medan – Beras premium di sejumlah ritel modern di Kota Medan dan Sumut, sempat langka. Hal itu, sorotan menjadi anggota DPRD Sumut , Rudi Alfahri. Ia mengatakan kelangkaan itu, tidak terjadi karena di Sumut pada 10 Juli 2025 di Kabupaten Deli Serdang, baru panen raya padi.
"Tapi disisi lain ada panen raya (padi di Sumut), tapi kenapa ini bisa terjadi (kelangkaan beras)," sebut Rudi kepada wartawan, Jumat 8 Agustus 2025.
Atas hal ini, Rudi yang menjabat sebagai anggota Komisi B DPRD Sumut, dari Fraksi PAN, mengatakan seharusnya Pemprov Sumut, bersama pemangku kepentingan terkait, melakukan penelusuran dugaan permainan dari pendistribusian hingga penjualan beras di tengah masyarakat.
"Berartikan ada permainan-permainan spekulan untuk mengggangu stabilitas harga ini. Kita baru dapat berita panen raya di seluruh indonesia, tapi kenyataan terjadi kelangkaan beras dimana-mana," jelas Rudi.
Oleh karena itu, Politis PAN yang mendorong Pemprov Sumut segera melakukan antisipasi,
dengan segera melakukan operasi pasar.
Ia juga meminta Bulog segera mendistribusikan beras ke masyarakat.
"Bulog sendiri apa yang dijelaskan, karena selama inikan yang beli gabah bulog juga, kenapa lambat dalam menangani ini. Harus ada koordinasi antara Bolug dan gubernur cepat mengantisipasi ini dengan melakukan operasi operasi pasar secepatnya agar tidak terjadi masalah ditengah masyarakat," kata Rudi.
Selain itu, Rudi juga meminta aparat penegak hukum (APH) yang tergabung dalam Satgas Perekonomian segera turun malukan penyelidikan kelapangan mencari tahu penyebab kelangkaan beras ini.
"Harus cepatlah, jangan menunggu ada laporan dulu, tapi langsung turun kelapangan langsung melihat apa yang terjadi saat sekarang ini. Betul gak ada terjadi spekulan atau memang kelangkaan ini, karena panen tidak stabil karena pengaruh cuaca, itu juga harus diketahui masyarakat," ucap Rudi.
Rudi mengatakan pemerintah harus hadir di tengah masyarakat, dalam kondisi beras yang sempat langka ini. Jangan sampai, barangnya ada tapi harga melonjak tinggi. Hal itu, sama saja membuat kebutuhan pokok tidak terjangkau.
“Kita minta segera mengantisipasi ini, agar tidak ada keresahan dan keresahan yang ada ditengah masyarakat. Kalau tertangkap hukum mati aja,” jelas Rudi.