Dihadapan 2.000 Babinsa, Prabowo: Pertahanan Negara Perlu Anggaran Besar

Menhan Prabowo Subianto bersama 2.000 anggota Babinsa Kodam I/BB.
Sumber :
  • MEDAN VIVA

Prabowo Subianto menjelaskan bahwa pengeluaran untuk pertahanan Indonesia sekarang kurang dari 1 persen dari Gross Domestic Product (GDP). Hal itu, perbandingan dengan nilai dari kekayaan kita, setiap tahun sebagai bangsa.

Meski anggaran pertahanan Indonesia rendah dibandingkan negara-negara lain di Asia Tenggara. Ketua Umum Partai Gerindra mengungkapkan bahwa langkah-langkah dilakukan Presiden Joko Widodo, pertanahan di tanah air sangat disenangi di dunia.

"(Anggaran) Kita 0,8% (dari GDP), kalau anggaran kita sama dengan Malaysia saja. Berarti anggaran kita naik tiga kali. Kalau naik tiga kali, kalian pasti sumiringah, pasti kalian senyum kalau naik 3 kali anggaran gaji kalian bisa naik,” jelas Menhan Prabowo.

Untuk terus meningkatkan pertahanan di Indonesia, Menhan Prabowo mengungkapkan Presiden Jokowi ada niat untuk menaikkan anggaran Kementerian Pertahanan. Tapi, lagi-lagi kendala dengan pandemi Covid-19.

Penanganan Covid-19 di Indonesia dilakukan dengan baik dapat dilalui. Kemudian, kestabilan ekonomi tetap terjadi di tanah air ini.

"Alhamdulilah dengan kepimpinan Pak Joko Widodo yang waktu banyak di tentang banyak negara, ditentang PBB dan WHO. Beliau ditekan terus, harus lock down, tapi beliau mengambil keputusan Indonesia tidak lock down,” kata Menhan Prabowo.

Keputusan tepat dilakukan Jokowi tidak memberlakukan lock down di Indonesia saat pandemi Covid-19, sudah tepat. Hal ini, menurut Prabowo Subianto Indonesia mampu keluar dari krisis ekonomi. Tidak seperti negara lain.