FPMPA Kawal Bank Aceh dari Cengkraman Politik
- Istimewa/VIVA Medan
“Jadi akibat kesewenang-wenangan satu orang, rakyat Aceh harus bayar denda puluhan miliar? Di mana akal sehatnya?” ujar Jasdy.
FPMPA bersama masyarakat juga mengecam OJK yang terkesan lemah dan tidak bertindak, padahal pelanggaran demi pelanggaran terjadi di depan mata. Direktur Kepatuhan Bank Aceh pun dianggap gagal total, tidak mampu menjaga GCG, dan membiarkan fraud berkembang liar di internal dan eksternal.
“Apa gunanya Direktur Kepatuhan jika tidak bisa menjaga tata kelola? Apa gunanya OJK jika jadi penonton? Ini kegagalan struktural, bukan lagi teknis!," tegas Jasdy.
Kini rakyat bicara. Mahasiswa dan masyarakat telah menyatakan akan melakukan aksi besar-besaran. Jika Gubernur Aceh dan OJK tidak segera bertindak tegas dan menyelesaikan konflik di tubuh Bank Aceh, massa akan menggeruduk Kantor Gubernur dan Kantor OJK Aceh.
“Kami tidak akan diam! Jika hari-hari ke depan tidak ada pembenahan total, maka rakyat akan turun ke jalan! Bank Aceh adalah milik rakyat, bukan milik elite busuk!” ujar juru bicara Aliansi Mahasiswa Aceh.
Rakyat Aceh bersatu menolak segala bentuk penyalahgunaan kekuasaan. Tuntutan FPMPA:
1. Cabut surat pemberhentian Komisaris Utama secara ilegal.
2. Copot Fadhil Ilyas dari Direksi Bank Aceh karena telah melakukan
3. Pelanggaran Berat yang berpotensi pada kerugian Bank Aceh.
4. Berhentikan Direktur Kepatuhan Bank Aceh yang gagal total menjaga tata kelola dan fraud pada bank aceh.
5. OJK segera audit total dan bertanggung jawab atas pembiaran pelanggaran. 6. Selamatkan Bank Aceh dari kehancuran akibat elite rakus kekuasaan.