Konsulat Amerika Gandeng UMSU Gelar Workshop Keamanan Siber

Workshop keamanan siber di Kampus UMSU.
Sumber :
  • Dok UMSU

VIVA Medan - Konsulat Amerika Serikat di Medan gelar workshop Cyber Security di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dengan tema 'Critical Infrastructure Security and Resilience for Regional Stability', yang berlangsung pada Kamis 5 Mei 2025, hybrid di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMSU Jalan Muchtar Basri No.3, Kota Medan.

img_title Kasus Dugaan Penahanan Ijazah, Mahasiswa S2 Ini Laporkan Yayasan Darma Agung ke Polda Sumut

Workshop ini menghadirkan narasumber Profesor Ilmu Komputer dan Teknik Listrik dari Marshall University Institute Cyber Security Dr. Paulus Wahjudi, P.hD. Dihadiri Wakil Rektor III Assoc. Prof. Dr. Rudianto, M.Si, Pejabat Utama Konsulat AS di Medan, Bernard Uad, serta peserta mahasiswa dari Kelas Internasional dan Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (FIKTI).

Pada sambutannya, Konsulat Amerika Serikat di Medan, Bernard Uad menyampaikan terima kasih atas kolaborasi dengan UMSU atas terselenggaranya kegiatan ini. Dia mengatakan bahwa perkembangan teknologi digital telah mengubah cara manusia hidup, bekerja, dan berinteraksi. Namun, kemajuan ini juga membawa risiko serius terhadap keamanan informasi dan sistem kritikal.

img_title Goes to Campus ISTP, DPM Bekali Mahasiswa Kelola Tambang Bertanggung Jawab

“Dengan kemajuan teknologi, kita juga menyaksikan meningkatnya ancaman siber mulai dari pelanggaran data, ransomware, hingga serangan yang disponsori negara. Dunia saat ini menghadapi tingkat ancaman siber yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ungkapnya.

Dia menekankan bahwa kegiatan seperti workshop ini penting untuk membangun kesadaran dan kapasitas dalam menghadapi ancaman tersebut secara kolektif dan lintas wilayah. Kemudian, sesi pemaparan Dr. Paulus Wahjudi, menyampaikan materi mendalam mengenai bagaimana keamanan infrastruktur kritis sangat penting dalam menjaga stabilitas regional.

img_title Usung Mitigasi Banjir dan Ketahanan Pangan, Tim PPK Ormawa UMSU Wakili Sumut di Abdidaya 2026

Dia menjelaskan bahwa berbagai sektor kini saling terhubung, mulai dari layanan logistik, transportasi, layanan keuangan, hingga e-commerce yang semuanya bergantung pada infrastruktur digital. “Banyak dari kita mungkin tidak menyadari bahwa gangguan kecil dalam sistem cloud atau distribusi digital dapat menimbulkan efek domino yang besar. Misalnya, jika layanan seperti Gojek atau platform e-commerce seperti Lazada terganggu akibat serangan, aktivitas ekonomi masyarakat bisa langsung terdampak,” jelasnya.

Dr. Paulus juga menyinggung beberapa kasus nyata, termasuk insiden besar pada tahun 2024 yang menyebabkan salah satu penyedia layanan cloud terbesar di dunia mengalami gangguan akibat serangan terkoordinasi yang menyasar server mereka. Menurutnya, penting untuk memahami bahwa serangan siber tidak bersifat satu dimensi.

Halaman Selanjutnya
img_title