KPU Sumut dan BMKG Gelar Rakor Bahas Cuaca Pada Hari Pencoblosan Pilkada 2024

KPU Sumut dan BMKG gelar rakor bahas cuaca pada hari pencoblosan Pilkada serentak 2024.
Sumber :
  • BS Putra/VIVA Medan

VIVA Medan - KPU Sumut menggelar Rapat Koordiansi (Rakor) Persiapan Pelaksanaan Pemungutan dan Penghitungan Suara Serta Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara di KPU Se-Sumut dalam Pemilihan Gubernur, Bupati, Walikota 2024, di Kota Medan, Rabu 20 November 2024.

img_title Andika Pratama Terseret Arus Sungai Payajambu Kabupaten Langkat, Ditemukan Meninggal Usai 3 Hari Hanyut

Rakor ini, KPU Sumut dan Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) membahas terkait cuaca pada hari pencoblosan Pilkada Serentak 2024, Rabu 27 November 2024.

Ketua Tim BMKG Medan, Ramos Lumban Tobing, mengungkapkan bahwa pada November 2024, diprediksi berpotensi curah hujan di Sumut ada peningkatan. Dipaparkan, pada seminggu ke depannya hujan intensitas ringan.

img_title Dukung Haul ke-103 Tuan Guru Besilam, Paul Baja M Siahaan Salurkan 1 Ton Beras

Pada Pilkada serentak 2024, beberapa daerah berpotensi banjir, hingga longsor jadi informasi yang disampaikan BMKG untuk menjadi antisipasi bagi pihak KPU Sumut hingga tingkat Kabupaten dan kota. Seperti dipaparkan potensi kerawanan banjir dan longsor di Kabupaten Langkat, Labuhanbatu, dan Madina.

Dari sisi geografis, ada beberapa daerah yang perlu perhatian khusus untuk penyaluran logistik penghitungan suara agar bisa tepat waktu. Seperti Nias, Madina yang Medan geografisnya terbilang ekstrem.

img_title Waspada Cuaca Ekstrem 27-30 Oktober 2026, Berpotensi Terjadi Hujan Lebat Hingga Angin Kencang di Sumut

"Prediksi biasa malam hingga dini hari secara klimatologi hujan, atau pagi dinihari. Itu ciri khasnya hujan di bulan ber-bet," ucap Ramos.

Pilkada Serentak 2024.

Photo :
  • Istimewa/VIVA Medan

Sementara itu, Ketua KPU Sumut, Agus Agus Arifin mengatakan, rakor dengan BMKG memberikan informasi keadaan iklim dan pemetaan kondisi cuaca yang sangat penting kepada penyelenggara, karena berkaitan dengan waktu jadwal yang sudah ditetapkan.

Kemudian, khususnya soal distribusi logistik pemungutan suara yang harus sudah sampai ke Tempat Pemungutan Suara 1 hari sebelum pelaksanaan.

Lanjut Agus Arifin, dengan rakor yang diikuti KPU jajaran se-Sumut ini, diharapkan seluruh penyelenggara mampu memprediksi hal-hal teknis menjelang pencoblosan serentak 2024, baik itu waktu pendistribusian, solusi TPS alternatif bila terdampak bencana. Sehingga tidak ada perencanaan penyelenggaraan terkendala cuaca. 

"Hasil Rakor ini dihadiri KPU jajaran se-Sumut, tadi disampaikan pemaparan dari BMKG terkait kondisi cuaca dan kerawanan bencana yang berpotensi terjadi di bulan November, yang notabene seminggu jelang pencoblosan tangga 27 November dan penghitungan suara," sebut Agus Arifin. 

"Dari paparan BMKG itu pihak penyelenggara mendapat informasi penting, jadi pihak penyelenggara bisa mengatur waktu untuk distribusi logistik ke TPS untuk pemungutan dan penghitungan suara sehari sebelum hari H. Karena distribusi wajib clear sebelum hari H, tidak boleh lewat. Daerah yang jadi perhatian terdampak cuaca ekstrem tadi disampaikan di Langkat, Labuhanbatu, dan Madina, Nias. Dari 22-26 November sudah bisa dikira-kira kapan mulainya," jelas Agus Arifin. 

Halaman Selanjutnya
img_title