Selamatkan Kucing, Nabila Ditabrak Truk dan Kakinya Harus Diamputasi
- Istimewa/MEDAN VIVA
VIVA Medan - Kisah heroik dan mengharukan dari seorang remaja bernama Nabila yang berusia 13 tahun. Harus kehilangan kaki sebelah kanan, karena ditabrak truk saat menyelamatkan seekor kucing.
Peristiwa kecelakaan tersebut, di KM 8, Jalan Lintas Provinsi, Sei Mambang, Desa Sei Pampang, Kecamatan Billah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatra Utara, Jumat, 21 Juli 2023 lalu.
Bibi Nabila, Silfia menceritakan peristiwa dialami oleh keponakannya tersebut. Siang itu, korban sedang duduk di depan rumah. Saat itu, dilihatnya seekor kucing menyeberang di jalan besar itu. Ia langsung menolong kucing itu, agar tidak tertabrak.
“Nabilla sempat menyetop truk. Namun karena tidak bisa mengerem mendadak, jadinya tertabrak,” ucap Silfia kepada wartawan, Rabu 9 Agustus 2023.
Akhirnya, kucing itu berhasil diselamatkan. Namun, Nabila mengalami kecelakaan dilindas kakinya oleh truk pengangkut semen.
Melihat kejadian itu, korban yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan tim medis.
“Karena kondisi gawat darurat, jadi dari Puskesmas hanya pertolongan pertama. Nabila dibawa ke RSUD Rantauprapat,” kata Silfia.
Nabila harus libur sekolah, karena harus menjalani perawatan di rumah sakit. Namun, dengan kondisi kaki jauh kata bisa sembuh. Akhirnya, diputuskan dilakukan tindakan medis dengan melakukan amputasi kaki Nabila.
“Orangtuanya berharap kaki kirinya tidak diamputasi. Jadi 20 hari ini dilihat perkembangannya,” jelas Silfia.
Silfia merupakan sepupu dari ayah Nabila mengungkapkan bahwa kucing diselamatkan di jalan tersebut, untuk kedua kali. Meski penyelamatan pertama dan kedua, ia selamat dari tabrakan kenderaan bermotor.
“Yang ketiga ini memang nahas Nabila. Dibilang kucing kesayangan Nabila. Karena sering main ke rumahnya," ucap Nabila.
Nabila harus kehilangan satu kakinya usai selamatkan kucing.
- Istimewa/MEDAN VIVA
Silfia mengungkapkan Nabila tetap semangat meski mengalami kehilangan kakinya. Ia sempat mengatakan kepada ibunya, Yulianti kakinya sudah tidak sakit lagi.
“Kaki ku gak ada lagi yah mak,” ucap Silfia menirukan percakapan korban dengan ibu kandungnya saat di rumah sakit.
Nabila meminta tetap semangat untuk bersekolah, meski harus memakai tongkat. “Tapi aku masih bisa pakai tongkat kan mak," tutur Nabila.