Kembangkan Musik Islam, PW ISMI Sumut Anugerahkan Prof (HC) Ahmad Baqi sebagai Maestro Komposer Melayu
- Istimewa/VIVA Medan
Medan, VIVA Medan - Penghargaan diserahkan Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (PW ISMI) Sumatera Utara kepada almarhum Prof. (HC) Ahmad Baqi sebagai Maestro Pencipta Lagu dan Qasidah Melayu, yang merupakan bentuk apresiasi atas dedikasinya mengembangkan musik Islam dan memperkaya khazanah budaya Melayu dari Sumatera Utara.
Anugerah tersebut diserahkan langsung oleh Ketua PW ISMI Sumut kepada anak-anak Ahmad Baqi, yang diwakili oleh Ahmad Syauqi. Turut hadir anak sulung Ahmad Baqi, Syamsul Baqi dalam acara Syiar Bersyair, di Raz Plaza Convention, Selasa 1 September 2026 malam.
Kegiatan ini digagas sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi kepada Prof. (HC) Ahmad Baqi, seorang maestro komponis Melayu yang telah mewariskan karya, dedikasi, dan kontribusi besar bagi khazanah seni dan budaya Melayu.
Ketua PW ISMI Sumut, Prof. Dr. Nispul Khoiri, M.Ag, mengatakan karya Ahmad Baqi dikenal di Nusantara mulai dari Indonesia Malaysia dan kawasan Melayu lainnya. Salah satu karya yang paling ikonik adalah “Selimut Putih”, yang menjadi bagian penting dari khazanah musik qasidah di kawasan Melayu.
“Dan saya yakin, kita semua tahu dan mungkin pernah hafal lagu tersebut,” ujarnya.
Disebutkan Nispul, pengakuan terhadap Ahmad Baqi juga datang dari berbagai pihak di Malaysia. Sementara di Sumatera Utara, Gubernur Sumut Raja Inal Siregar memberikan penghargaan kepada Ahmad Baqi pada 5 April 1998 sebagai Pembina Seni dan Budaya Sumatera Utara sebagai Komponis.
Kali ini PW ISMI Sumut mencoba memberikan dorongan lewat penghargaan ini untuk menghidupkan kembali ingatan publik terhadap sosok yang memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan musik dan kebudayaan Sumatera Utara, dan Melayu Nusantara dengan 1.000 lagu dan lirik ciptaannya.
“Generasi sekarang perlu mengetahui bahwa Sumatera Utara pernah melahirkan seorang komponis yang pengaruhnya melampaui batas geografis. Ahmad Baqi menunjukkan bahwa musik dapat menjadi jembatan antara Islam, Melayu dan dunia global,” terang pria yang juga Guru Besar pada UIN Sumatera Utara ini.
Belakangan memang, salah satu karya Ahmad Baqi “Fatwa/Petuah Orang Tua” kembali viral dan mengisi ruang generasi masa kini. Bait-bait liriknya mendapatkan tempat di kalangan pengguna platform digital. Hal ini menurut Nispul, menunjukkan kualitas karya Prof. (HC) Ahmad Baqi mampu menerabas jaman.