Dampak Erupsi Gunung Sinabung, Bandara Kualanamu Sempat Tutup Operasional Penerbangan Selama 3 Jam
- BS Putra/VIVA Medan
Deli Serdang, VIVA Medan–Erupsi Gunung Sinabung, di Kabupaten Karo, Senin 31 Agustus 2026, sekitar pukul 10.17 WIB. Ternyata memberikan dampak kepada penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang. Sehingga dilakukan penyesuaian hingga pembatalan jadwal penerbangan.
Berdasarkan informasi dihimpun terjadi penutupan sementara operasional Bandara Kualanamu dampak erupsi Gunung Sinabung, pada Selasa 1 September 2026, sekitar 3 jam, sejak pukul 10.50 WIB hingga 14.07 WIB. Setelah itu, operasional penerbangan di Bandara Kualanamu kembali dibuka.
Plt Director of Operation & Services PT Angkasa Pura Aviasi Bandar udara Internasional Kualanamu, Dedy Sri Cahyono menjelaskan berdasarkan data sementara hingga Selasa, 1 September 2026, tercatat 20 penerbangan dari dan menuju Kualanamu dibatalkan, sementara sejumlah penerbangan lainnya mengalami keterlambatan maupun penyesuaian jadwal.
"Jumlah penerbangan terdampak masih bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi sebaran abu vulkanik serta keputusan operasional masing-masing maskapai. Jika dihitung sejak Senin, 31 Agustus 2026, total sementara penerbangan yang telah diinformasikan batal dari dan menuju Kualanamu mencapai 21 penerbangan," kata Dedy.
Dedy mengatakan pembatalan penerbangan tersebut, demi keselamatan penerbangan, karena aktivitas erupsi Gunung Sinabung berdampak dengan operasional Bandara Kualanamu dan sejumlah penerbangan dari dan menuju Bandar Kualanamu.
"Dampak sebaran abu vulkanik menyebabkan sejumlah maskapai melakukan penyesuaian operasional berupa keterlambatan, perubahan jadwal hingga pembatalan penerbangan pada rute domestik maupun internasional. Seluruh penyesuaian dilakukan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan," jelas Dedy.
Dedy mengungkapkan bahwa sebagai langkah keselamatan penerbangan, AirNav Indonesia melalui NOTAM A3250/26 menginformasikan penutupan sementara aerodrome Bandar Udara Internasional Kualanamu.
Aktivitas penumpang di Bandara Kualanamu.
- BS Putra/VIVA Medan
PT Angkasa Pura Aviasi bersama seluruh stakeholder terkait terus melakukan koordinasi dan pemantauan secara intensif terhadap perkembangan kondisi di lapangan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap keputusan operasional penerbangan tetap mengacu pada aspek keselamatan dan keamanan.
Dedy kembali menegaskan bahwa keselamatan pengguna jasa dan seluruh aktivitas. penerbangan menjadi prioritas utama perusahaan di tengah kondisi saat ini,
"Keselamatan dan keamanan penerbangan menjadi prioritas utama kami. Bersama seluruh. stakeholder dan pemangku kepentingan terkait, kami terus melakukan koordinasi serta memantau perkembangan kondisi terkini. Penyesuaian operasional akan dilakukan sesuai kebutuhan dengan tetap mengacu pada aspek keselamatan penerbangan," jelas Dedy.