Gempa Bumi M 6.4 di Simalungun, Guncangan Dirasakan Hingga Tebing Tinggi dan Kota Medan
- Istimewa/VIVA Medan
Medan, VIVA Medan–Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 6.4 mengguncang Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut) pada Sabtu petang, 15 Agustus 2026, sekitar pukul 17.54 WIB. Ternyata dirasakan di sejumlah daerah di Sumut.
"Di wilayah Simalungun, Sumatera Utara diguncang gempa bumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo Magnitudo 6,4 pada kedalaman 168 km," ungkap Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, Sabtu petang, 14 Agustus 2026.
Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan atau shakemap, gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas, yakni V MMI atau getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, di Kota Tebingtinggi, Kabanjahe, Kabupaten Karo, Kota Limapuluh, Kabupaten Batubara.
"Sedangkan, MMI atau bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di Raya, Simalungun, Panombeian Pane, Simalungun; Panei, Simalungun; Kota Pematangsiantar, Kota Pangururan," jelas Wijayanto.
Dari pemantauan medan.viva.co.id, gempa bumi juga dirasakan di kawasan Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang. Namun, hingga saat belum ada laporan kerusakan bangunan akibat gempa bumi ini.
Lanjut, Wijayanto menjelaskan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2,91° LU ; 98,93° BT, atau tepatnya berlokasi di darat 11 km tenggara Simalungun, Sumatra Utara.
"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini, tidak berpotensi tsunami," kata Wijayanto.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya. Wijayanto mengungkapkan bahwa gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas subduksi lempeng. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme sesar geser turun atayoblique normal fault.
"Hingga pukul 18.16.00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock," sebut Wijayanto.
Wijayanto mengatakan BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat.
"Himbauan kepada masyarakat, tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi. Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi seperti media sosial @infoBMKG, website www.bmkg.go.id," kata Wijayanto.