Korban Fatal Keracunan MBG di Karo Jalani PICU di RSU Haji Medan: Rasa Sakit dari Perut Nyeri Disuntik Baru Dia Tenang
- dok Pemprov Sumut
Medan, VIVA Medan – Seorang siswa SMK Negeri 1 Berastagi, Kabupaten Karo menjalani perawatan intensif di RSU Haji Medan. Ia salah satu dari ratusan pelajar menjadikorban keracunanMakan Bergizi Gratis (MBG), pada Kamis 13 Agustus 2026.
Saat ini, korban atau pasien tersebut menjalani perawatan intensif di Pediatric Intensive Care Unit (PICU) dan terus dihubungi oleh tim medis dalam perkembangan kesehatan untuk pemulihan.
Direktur RSU Haji Medan Yulinda Elvi Nasution mengungkapkan dampak dari keracunan MBG tersebut, korban mengalami nyeri hebat pada bagian perut yang datang berulang kali. Jadi, harus mendapatkan penanganan yang serius dan intensif dari tim medis.
"Merasa sakit dari kedalaman itu, sebelum begitu lah, rasa nyeri, nyeri, nyeri sekali. Terus ditambah analgesiknya dari dokter, ya, disuntikkan baru dia tenang. Nah, setengah jam sekali begitulah dia, kolik, nyeri yang terlalu hebat," sebut Yulinda, dalam keterangan persnya, Sabtu 14 Agustus 2026.
Dikatakannya, pasien tiba di RSU Haji Medan, langsung menjalani pemantauan intensif. Tim medis juga akan melakukan pemeriksaan laboratorium lanjutan untuk mengetahui perkembangan kondisi pasien.
“Kita masih mau periksa labnya lagi, kan baru diperiksa dari sana, mungkin besok kita ada hasil lab yang baru keluar,” sebut Yulinda.
Gubernur Sumut, Bobby Nasution.
- Bagus Syahputra/VIVA Medan
Sebelumnya, Gubernur Sumut , Muhammad Bobby Afif Nasution menjenguk korban keracunan MBG tersebut, di RSU Haji Medan, Jumat malam, 14 Agustus 2026. Korban ini, sempat mengalami kondisi penurunan kesadaran. Sehingga dari Kabupaten Karo dirujuk ke rumah sakit milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut ini.
Usai menjenguk pasien di RSU Haji Medan, Bobby Nasution menjelaskan korban merupakan salah satu pasien dengan kondisi yang lebih berat dibandingkan murid lainnya sehingga harus dirujuk dari Kabanjahe ke Medan untuk mendapatkan penanganan intensif.
"Disampaikan tadi memang adik kita ini lebih, kondisinya lebih parah lah ya dibandingkan teman-teman yang lain, awalnya dirawat di Kabanjahe. Namun dirujuk ke sini karena memang kondisinya pas di sana sempat mengalami penurunan kesadaran," kata Bobby Nasution.
Bobby juga menyempatkan diri berbincang dengan orang tua pasien serta memastikan pemerintah akan terus mengawali proses penanganan hingga pasien benar-benar pulih.