Gegara Babi Rusak Kebun Sawit, Petani di Tapsel Tembak Tetangga hingga Tewas
- dok Polres Tapsel
Tapanuli Selatan, VIVA Medan – Seorang petani di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), berinsial IG (39) menembak tetangganya, AG (40), hingga membunuh menggunakan senapan angin jenis PCP. Peristiwa itu memicu keributan soal ternak babi yang berulang kali merusak tanaman di kebun.
Perselisihan terkait babi berujung maut itu, terjadi di Desa Gunung Baringin, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapsel, pada Sabtu malam, 11 Juli 2026, sekitar pukul 20.30 WIB.
“ Pelaku mengaku sakit hati karena babi milik korban berulang kali merusak dan memakan tanaman buah kelapa sawit di kebun milik pelaku,” sebut Wakapolres Tapanuli Selatan, Kompol Muslim Amin, dalam keterangan persnya, Minggu 9 Agustus 2026.
Muslim mengungkapkan kasus ini, terjadi berawal dari korban menemui IG di depan warung milik Ama Wisi Giawa, Lingkungan V Palang, Desa Gunung Baringin. Pertikaian terjadi saat AG menyenggol bahu kiri IG sambil menanyakan masalah ternak babinya yang mati, yang diduga diracun. “Korban disebut Cekcok, kemudian terjadi hingga korban mencabut pisau yang diselipkan di pinggangnya,” jelas Muslim.
Muslim mengatakan bahwa korban sempat mengancam IG. Ancaman itu membuat pelaku mundur sambil mengarahkan senapan angin yang saat itu membawanya ke arah korban. “Dari jarak sekitar dua meter, IG kemudian melepaskan tembakan pertama yang mengenai dada korban,” ucap Muslim.
Meski terluka, korban masih berusaha menyelamatkan diri dengan berlari menuju rumah Ama Wisi yang pintunya terbuka. IG kemudian mengejarnya. Pelaku kembali mengisi senapan anginnya dan melepaskan tembakan kedua mengenai punggung korban. Setelah itu, IG melarikan diri.
Warga kemudian menceritakan kejadian tersebut kepada istri korban, Yunima Zebua. Saat tiba di lokasi, Yunima mendapati suaminya bersimbah darah di kandang babi di belakang rumah Ama Wisi. “Istri korban sempat memberi air minum sebelum akhirnya meninggal dunia,” ucap Muslim.
Setelah kejadian, IG sempat menyerahkan diri ke Polres Padang Sidempuan. Namun, polisi kemudian melakukan pencarian terhadap senapan angin yang digunakan dalam penembakan tersebut.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tapsel Iptu BD Sitorus, mengatakan saat pencarian senjata, IG awalnya mengaku membuang senapan angin ke sungai. Namun, senjata tersebut tidak ditemukan.