Kurangi Ketergantungan Gadget Anak Lewat Pekan Budaya Permainan Tradisional dan Budaya di Deli Serdang

Pekan Budaya Permainan Tradisional, di Kabupaten Deli Serdang.
Sumber :
  • dok Pemkab Deli Serdang

Deli Serdang, VIVA MedanPemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang mendukung pelestarian permainan tradisional, sebagai bagian dari upaya mengenalkan budaya daerah, kepada generasi muda sekaligus mendorong anak-anak mengurangi ketergantungan terhadap gawai.

img_title Permintaan Ayam di Sumut Meningkat Gara-Gara MBG, KPPU Ingatkan Petingnya Keseimbangan Pasokan

Hal itu, disampaikan Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, saat menghadiri Pekan Budaya Permainan Tradisional yang digelar Yayasan Laskar Pelangi Tanjung Rejo, di Alun-Alun Kecamatan Percut Sei Tuan, Desa Saentis, Sabtu 8 Agustus 2026.

Kegiatan berlangsung selama dua hari, 8-9 Agustus 2026, dengan berbagai permainan tradisional seperti tarik tambang, terompah, pecah piring dan lainnya.

img_title Tercatat 47 Kali Karhutla di Sumut, dengan Area Terbakar Capai 273,87 Hektar

“Di siang terik ini ternyata tidak menyurutkan kegembiraan anak-anak kita. Saya juga cukup bangga, bahwa anak-anak Tanjung Rejo bisa menggerakkan dan membuat kegiatan yang cukup besar ini untuk permainan tradisional,” kata Bupati.

Menurutnya, antusiasme masyarakat dan anak-anak dalam mengikuti kegiatan tersebut menjadi modal penting untuk menjadikan permainan tradisional sebagai agenda budaya yang berkelanjutan di Deli Serdang.

img_title Pasca Pemulihan Bencana di Tapteng, Wapres Gibran: Anak-anak Kembali Belajar dengan Aman dan Nyaman

“Kalau antusiasnya besar, kita akan kaji dan memasukkannya ke anggaran APBD. Saya titip, ajarkan anak-anak ini kebanggaan dengan Deli Serdang dan bawa pada kegiatan yang positif. Saya harap acara ini ke depan menjadi ikon Deli Serdang, tiap tahun diadakan pertandingan permainan tradisional,” ujarnya.

Bupati yang hadir bersama Ketua TP PKK, Jelita Asri Ludin Tambunan, berharap permainan tradisional dapat terus hidup di tengah perkembangan teknologi dan masuknya berbagai budaya dari luar.

“Semoga budaya bangsa bisa menjadi tuan rumah kita di tengah masuknya perkembangan teknologi dari dunia luar,” tambahnya.

Ia juga melihat keberadaan Alun-Alun Kecamatan Percut Sei Tuan yang terus berkembang dapat menjadi ruang publik yang semakin banyak dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan positif, termasuk pelestarian budaya.

Pekan Budaya Permainan Tradisional turut mendapat dukungan dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah II Sumatera Utara melalui Dana Indonesiana. Pamong Budaya Ahli Pertama BPK Wilayah II Sumut, Windra Adi Purba, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk pelestarian kebudayaan, khususnya permainan tradisional yang mulai tergerus perkembangan zaman.

Halaman Selanjutnya
img_title