Perekonomian Sumut Alami Tren Positif, Ketua Kadin: Momentum Pertumbuhan Wajib Dijaga Hingga Akhir Tahun
- Ist/VIVA Medan
Medan, VIVA Medan–Sepanjang Januari hingga Juli 2026, Perekonomian Sumatera Utara dinilai menunjukkan tren perbaikan, yang konsisten. Pertumbuhan tersebut, seiring percepatan pertumbuhan dari triwulan ke triwulan setelah sempat melambat sepanjang 2025.
Hal itu, disampaikan oleh Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Utara, Firsal Dida Mutyara. Ia menjelaskan capaian ini sebagai pertanda ekonomi Sumut “naik kelas”, ditopang oleh perbaikan pertumbuhan, geliat investasi, serta struktur perekonomian yang tetap menjadi motor utama Pulau Sumatera.
Firsal Dida Mutyara mengatakan secara nasional pun ekonomi Indonesia bertumbuh dengan baik. Tapi, ia mencatat ketimpangan masih terjadi. Hal ini, yang perlu disiasati.
“Secara logika itu artinya kita memberi pandangan dengan data logis. Hanya saja walau secara makro membaik, ada sedikit kekhawatiran terhadap kesenjangan pendapaan antar lapisan masyarakat. Kita tumbuh baik, tapi ketimpangan masih terjadi. Ini yang perlu disiasati,” kata Firsal Dida Mutyara, Jumat 7 Agustus 2026.
Khusus Sumut, menurutnya, kepemimpinan Gubsu Bobby Nasution progressnya sudah cukup baik. “Kita berada di track yang benar,” katanya.
Jika dilihat berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara, pertumbuhan ekonomi Sumut secara tahunan (year-on-year) sepanjang 2025 cenderung melandai dari triwulan ke triwulan: 4,67 persen pada triwulan I, 4,69 persen pada triwulan II, 4,55 persen pada triwulan III, hingga 4,23 persen pada triwulan IV, sehingga sepanjang tahun 2025 ekonomi Sumut hanya tumbuh 4,53 persen, lebih rendah dibanding capaian 2024 yang sebesar 5,03 persen.
Namun tren ini berbalik arah memasuki 2026: pertumbuhan tercatat 4,98 persen pada triwulan I dan naik lagi menjadi 5,06 persen pada triwulan II, angka tertinggi Sumut dalam lima triwulan terakhir.
“Kalau kita lihat angkanya secara sederhana, ekonomi Sumut sepanjang 2025 itu seperti menarik napas, melambat pelan-pelan dari 4,6 persen ke 4,2 persen. Tapi begitu masuk 2026, arahnya berbalik dan terus menanjak sampai ke 5,06 persen di triwulan kedua. Inilah yang kami maksud Sumut naik kelas bukan cuma tumbuh, tapi tumbuh dengan tren yang makin kuat,” kata Firsal.
Dia menjelaskan, dari sisi besaran produk domestik regional bruto (PDRB), perekonomian Sumut pada triwulan IV-2025 saja sudah mencapai Rp317,4 triliun atas dasar harga berlaku (atau setara Rp1.250 triliun per tahun), menegaskan posisi Sumut sebagai kontributor PDRB terbesar di Pulau Sumatera dengan andil sekitar 23 persen, di atas Riau dan Sumatera Selatan. “PDB atau PDRB itu ibarat ukuran baju perekonomian kita. Sumut ini terus jadi provinsi dengan ‘baju’ terbesar di Sumatera. Artinya kapasitas ekonomi kita memang besar, tinggal bagaimana pertumbuhannya kita jaga tetap kencang,” ujarnya.