Cetak Generasi Tangguh, Pemprov Sumut & BMKG Gelar Edukasi Siaga Bencana untuk Pelajar

Wagub Sumut, Surya.
Sumber :
  • dok Pemprov Sumut

Medan, VIVA Medan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengapresiasi komitmen Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), khususnya Balai Besar BMKG Wilayah I, dalam memperkuat literasi kebencanaan dan budaya sadar risiko bencana di kalangan generasi muda melalui Lomba Cerdas Cermat (LCC) BMKG Tahun 2026.

img_title Perkuat Pembangunan Berkelanjutan, INALUM dan Pemprov Sumut Perkokoh Sinergi Pendidikan dan Lingkungan

Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya usai menyerahkan hadiah kepada para pemenang LCC BMKG Tahun 2026 tingkat SMA/MA/SMK/sederajat se-Sumut pada babak semifinal dan final di Balai Besar BMKG Wilayah I Medan, Jalan Ngumban Surbakti II, Kota Medan, Selasa 4 Agustus 2026.

Surya mengatakan, pendidikan kebencanaan merupakan investasi penting dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang tangguh dan adaptif menghadapi berbagai ancaman bencana. “Indonesia, termasuk Provinsi Sumatera Utara, merupakan wilayah yang memiliki tingkat kerawanan terhadap berbagai bencana alam. Oleh karena itu, membangun budaya sadar risiko bencana harus dimulai sejak usia sekolah melalui peningkatan pengetahuan, kesiapansiagaan, dan literasi sains,” ujarnya.

img_title Cetak Generasi Sehat, Pertamina Sumbagut Edukasi Pencegahan HIV/AIDS ke Siswa SMA Al-Azhar Medan

Menurut Surya, konsistensi BMKG menghadirkan program edukatif bagi pelajar merupakan langkah strategis dalam memperkenalkan ilmu meteorologi, klimatologi, dan geofisika, sekaligus membangun karakter generasi muda yang peduli terhadap lingkungan dan kesiapsiagaan bencana.

Ia menilai Lomba Cerdas Cermat BMKG tidak sekadar menjadi ajang kompetisi akademik, tetapi juga wahana pembelajaran yang mampu menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, memperkuat kerja sama, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana.

img_title Respons Keluhan Warga, Pemprov Sumut Gelar GPM untuk Stabilkan Harga Beras

“Kompetisi ini bukan semata-mata tentang siapa yang menjadi juara. Yang lebih penting adalah tumbuhnya semangat belajar, kemampuan berpikir ilmiah, kepedulian terhadap lingkungan, dan kesiapan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Surya juga mengajak seluruh pendidikan untuk terus mengembangkan budaya literasi kebencanaan di lingkungan sekolah. Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang yang aman, tangguh, serta mampu mencetak peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap keselamatan diri dan lingkungan sekitar.

Ia menegaskan, Pemprov Sumut berkomitmen terus memperkuat sinergi dengan BMKG, pemerintah kabupaten/kota, dunia pendidikan, serta seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana.

Halaman Selanjutnya
img_title