Kelola Aset Mangkrak Jadi Produktif, Langkah Strategis PD AIJ Sumut Demi Dongkrak PAD
- Bagus Syahputra/VIVA Medan
Medan, VIVA Medan –Perusahaan Daerah (PD) Aneka Industri dan Jasa (AIJ) Sumatera Utara (Sumut) menargetkan mampu menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada 2026. Target tersebut akan dicapai melalui penguatan kinerja bisnis dan optimalisasi aset milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut.
Direktur Utama (Dirut) PD AIJ Sumut, Swangro Lumbanbatu menyampaikan, berdasarkan evaluasi yang dilakukan, perusahaan daerah tersebut belum memberikan kontribusi PAD kepada Pemprov Sumut selama kurang lebih 12 tahun.
“Berdasarkan data yang kami cek sebelumnya, kurang lebih 12 tahun PD AIJ belum pernah berkontribusi memberikan PAD. Mudah-mudahan tahun ini dengan dukungan semua pihak PD AIJ bisa menambah PAD Pemprov Sumut untuk masyarakat dan pembangunan Sumatera Utara,” ujar Swangro Lumbanbatu dalam konferensi pers yang digelar Dinas Kominfo Sumut, di Lobby Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Kota Medan, Selasa 4 Agustus 2026.
Menurut Swangro, terdapat tiga fokus utama yang menjadi strategi perusahaan untuk meningkatkan pendapatan, yakni pengelolaan aset, percetakan, dan periklanan sebagai bisnis inti PD AIJ.
Saat ini, PD AIJ mengelola 16 aset milik Pemprov Sumut yang sebelumnya tidak produktif, di antaranya pabrik es batu, pabrik batu bata, eks Bioskop Ria, dan sejumlah aset lainnya. Aset-aset tersebut kini dikerjasamakan dengan pihak kedua dan ketiga agar memberikan nilai ekonomi.
“Saat ini kita lakukan pengelolaan aset kepada pihak kedua dan ketiga, agar dapat menghasilkan PAD dan kini sudah berjalan baik dan aset-aset tersebut tidak terbengkalai lagi,” kata Swangro.
Pada sektor percetakan, PD AIJ memperkuat kerja sama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kalangan swasta. Langkah ini dilakukan untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan pendapatan perusahaan.
“Kami berupaya agar PD AIJ ini bisa dikenal oleh masyarakat luas dan saat ini kami berkomitmen untuk dapat menghasilkan PAD untuk Pemprov sesuai dengan target, sesuai Perda dan pendapatan keuangan kami,” ujarnya.
Sementara itu, di sektor periklanan, PD AIJ tengah menyiapkan pengembangan videotron yang dinilai memiliki potensi pendapatan lebih besar dibandingkan reklame dan baliho konvensional.
“Kalau reklame dan baliho itu kan pendapatannya agak lama kita menunggu satu hingga dua minggu, tapi kalau videotron antara 10-15 detik sudah bisa menampilkan beberapa iklan dari konsumen,” katanya.