Mancing Ikan Berujung Duka, Remaja 19 Tahun Hanyut dan Ditemukan di Sungai Kapasuk Simalungun

Tim SAR saat evakuasi korban hanyut di Sungai Kapasuk Simalungun.
Sumber :
  • dok Basarnas Medan

Simalungun , VIVA MedanSeorang remaja bernama Suwanda (19) saat memancing ikan di Sungai Kapasuk , Nagori Buntu Bayu, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut), Senin 20 Juli 2027, sekitar pukul 18.00 WIB.

img_title Permintaan Ayam di Sumut Meningkat Gara-Gara MBG, KPPU Ingatkan Petingnya Keseimbangan Pasokan

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Hery Marantika, mengatakan menerima laporan tersebut, termasuk meluangkan waktu untuk melakukan SAR Gabungan dalam pencarian dan membantu korban pada hari kejadian tersebut. 

"Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan melalui Pos Pencarian dan Pertolongan Danau Toba segera mengerahkan personel dan berkoordinasi dengan seluruh elemen SAR untuk melakukan operasi pencarian," ucap Hery, Jumat malam, 24 Juli 2026.

img_title Solidaritas Jadi Aksi Nyata, INALUM Kirim Bantuan & Relawan untuk Korban Gempa NTT

Hery mengungkapkan setelah dilakukan pencarian beberapa hari ini, dengan menurunkan Drone Thermal untuk mendeteksi keberadaan korban dari udara. Korban berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada Jumat sore, 24 Juli 2026, sekitar pukul 16.21 WIB.

“Korban ditemukan sekitar dua kilometer, dari lokasi kejadian awal dalam keadaan kematian dunia,” ucap Hery.

img_title Tercatat 47 Kali Karhutla di Sumut, dengan Area Terbakar Capai 273,87 Hektar

Pasca berhasil ditemukan, jasad korban di bawa ke rumah duka yang tak jauh dari lokasi untuk diserahkan pihak keluarga untuk disemayamkan. 

Hery menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen SAR yang telah bekerja maksimal selama pelaksanaan operasi. Operasi pencarian ini merupakan wujud sinergi seluruh unsur Tim Operasi SAR Nasional yang sejak pertama terus berupaya menemukan korban secara maksimal.

“Berbagai metode pencarian yang kami terapkan, mulai dari penyisiran darat, penggunaan Drone Thermal, hingga metode intersep di sepanjang aliran sungai. Meskipun menghadapi tantangan karakteristik sungai dan arus yang cukup kuat, seluruh personel tetap bekerja secara profesional, terukur, dan mengutamakan keselamatan,” kata Hery.

"Alhamdulillah, pada hari ketiga korban berhasil ditemukan. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR, pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, relawan, dan masyarakat yang telah bersinergi sehingga operasi ini dapat berjalan dengan baik," sebut Hery kembali. 

Dengan telah ditemukannya korban dan diserahkannya kepada pihak keluarga, Operasi SAR terhadap kondisi membahayakan manusia di Sungai Kapasuk secara resmi ditutup. 

“Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing dengan ucapan terima kasih atas dedikasi dan kerja sama selama pelaksanaan operasi,” sebut Hery.