Viral Siswa SD Angkat Omprengan MBG Lewati Jalan Curam di Nias Selatan, Begini Respons Kepala BGN Sumut

Siswa SD di Kabupaten Nias Selatan saat mengangkat omperangan MBG.
Sumber :
  • Tangkap Layar

Nias Selatan, VIVA MedanVideo viral memperlihatkan aktivitas sejumlah siswa Sekolah Dasar (SD) mengangkat wadah makanan atau omprengan Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui jalan tanggga yang curam. Siswa SD mengangkat omperangan itu, berada di Kepulauan Nias. 

img_title Respons Kepala BGN Lihat Korban Keracunan MBG di Karo: Perasaan Saya Antara Sedih dan Marah

"SD SD di pelosok Pulau Nias rela mengangkut omprengan naik tangga curam," tulis dalam video di akun Instagram @snc.suara nusantara. 

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Sumatera Utara (Sumut), Agung Kurniawan membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan siswa SD mengangkat omperangan tersebut, di salah sekolah SD di Kabupaten Nias Selatan.

img_title Kepala BGN Ungkap Penyebab Keracunan MBG Dialami Ratusan Pelajar di Kabupaten Karo

"Iya (benar video viral itu), Nias Selatan," sebut Agung Kurniawan saat dikonfirmasi medan.viva.co.id, Rabu sore, 22 Juli 2026.

Agung menjelaskan berdasarkan data diperoleh itu, siswa SD angkat omprengan MBG itu, terjadi pada Senin 20 Juli 2026, lalu. Setelah kejadian itu, Selasa 21 Juli 2026, pihaknya langsung melayangkan teguran keras kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tersebut. 

img_title Buntut Keracunan MBG di Karo, Kepala BGN Ajukan Pemecatan Kepala SPPG Sebagai ASN: Jangan Nyawa Orang Jadi Permainan

"Tapi begini, Bang. SPPG-nya itu sudah kami sampaikan terguran, bahwasanya untuk anak-anak sekolah, itu tidak boleh membawa omrengan. Baik itu, dari pinggir jalan sampai ke sekolah, itu enggak boleh," jelas Agung.

Agung mengatakan bahwa untuk pendistribusian MBG hingga ke sekolah, adalah tugas dari relawan atau petugas SPPG. Sehingga tidak benarkan siswa ikut mengangkat wadah makanan MBG itu.

Agung mengungkapkan kejadian tersebut, menjadi catatan dan evaluasi kepada SPPG tersebut, agar hal serupa tidak terulang kembali. Ia meminta maaf atas kejadian itu, yang menjadi viral di media sosial. 

Nah, itu sudah kami tegur, langsung kita evaluasi. Kemudian pengantaran kami pastikan itu yang mengantar adalah relawan hingga ke sekolah. Kami juga minta maaf kepada SEMUA dan publik," kata Agung.

Agung menambahkan untuk pelaksanaan MBG di wilayah Sumut, pihak terbuka untuk menerima masukan, agar pelaksanaan hingga pendistribusian MBG ini, terus lebih baik lagi kedepannya. 

"Jadi catatan untuk kita untuk perbaikan-perbaikan, karena kan sekarang sedang perbaikan masif. Ya, untuk hal-hal teknis seperti itu, juga harus kami perhatikan itu sih," sebut Agung. 

Halaman Selanjutnya
img_title