Bermalam Bersama Ribuan Pramuka di Sibolangit, Bobby Nasution: Kalian adalah Calon Pemimpin Masa Depan Sumut

Gubernur Sumut, Bobby Nasution.
Sumber :
  • dok Pemprov Sumut

Deli Serdang, VIVA MedanSuasana hangat dan penuh optimisme menyelimuti Bumi Perkemahan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu malam, 11 Juli 2026. Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, memilih melebur dan bermalam bersama ribuan peserta Jambore Daerah (Jamdasu) XI Gerakan Pramuka Sumut.

img_title Pesan Rico Waas Kepada Paskibraka Kota Medan: Suatu Saat Kalian Menjadi Pemimpin yang Merawat Indonesia

​Di bawah langit Sibolangit, upacara api unggun yang dipimpin langsung oleh Bobby menjadi simbol berkobarnya semangat, persatuan, dan persaudaraan antargenerasi muda.

​"Malam hari ini, saya beserta seluruh kepala daerah selaku pembina Pramuka sangat bersyukur bisa hadir di tengah kalian semua. Kami bangga bisa ikut berkemah dan bertenda bersama di jambore ini," ujar Bobby dengan penuh antusias.

img_title Pesan Bobby Nasution di HUT RI Ke-81: Kolaborasi Kerja Nyata, Jangan Persulit Masyarakat dan Dunia Usaha

​Bagi Bobby, kehadiran ribuan Pramuka dari berbagai pelosok Sumatera Utara ini bukan sekadar kumpul-kumpul biasa. Mereka adalah bukti nyata bahwa Sumut memiliki aset masa depan yang luar biasa.

​"Kami percaya, adik-adik yang ada di sini adalah generasi yang kelak akan menggantikan posisi kami untuk membangun Sumatera Utara dan Republik Indonesia," tegasnya.

img_title HUT ke-81 RI, Gubernur Sumut Fokus Ketahanan Pangan dan Pembangunan Merata Pembangunan Hingga ke Nias

Bobby mengingatkan bahwa api unggun yang menyala malam itu adalah simbol optimisme. Ia menekankan bahwa Pramuka hari ini harus adaptif. Pelajaran di jambore tidak lagi hanya soal bagaimana bertahan hidup di alam terbuka, tetapi juga bagaimana bertahan dari gempuran tantangan zaman.

​"Apresiasi saya untuk panitia, karena yang diajarkan bukan hanya cara bertahan hidup seolah-olah di tengah hutan. Lebih dari itu, adik-adik dibekali cara menghadapi ancaman nyata saat ini, seperti bahaya narkoba dan tantangan dunia digital," jelas Bobby.

​Ia pun berpesan agar momentum lima hari di Jamdasu XI ini dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memperluas jaringan pertemanan. "Percayalah, malam ini kita bertemu sebagai pelajar. Beberapa tahun ke depan, kalian akan kembali bertemu sebagai orang-orang hebat yang memimpin dan membangun daerah ini," katanya.

Momen paling menyentuh terjadi usai upacara formal. Bobby membuka ruang dialog, mendengarkan langsung keluh kesah dan perjuangan para peserta.

​Salah satu cerita datang dari seorang peserta asal Mandailing Natal. Dengan suara bergetar, ia mengisahkan perjuangannya agar bisa ikut Jamdasu XI. Demi ongkos dan biaya keberangkatan, ia rela bekerja di warung bakso dari pukul 17.00 sore hingga pukul 24.00 malam setiap pulang sekolah.

Halaman Selanjutnya
img_title