Banyak yang Cemas dan Stres, Dinkes Sumut Sebut 1 dari 10 Orang Bisa Jadi ODMK dan Segera Cek Kesehatan Jiwa

Dinas Kesehatan Sumut saat Konferensi Pers terkait Program Cek Kesehatan Gratis Pemprovsu, di Kantor Gubernur Sumut.
Sumber :
  • Bagus Syahputra/VIVA Medan

Medan, VIVA MedanProgram Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diinisiasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), kini tidak hanya fokus pada penyakit fisik. Secara agresif, program ini juga menyasar deteksi dini indikasi gangguan kesehatan jiwa di tengah masyarakat.

img_title Kepala Biro Perekonomian Sumut Poppy Hutagalung Dicopot, Alasannya: Lihat Saja di IG Pak Gubernur

​Dari sekitar 2,8 juta warga yang telah mengikuti skrining, petugas menemukan adanya indikasi Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) yang mulai mengalami gejala kecemasan dan stres di tahap awal.

​"Saat skrining, kita menemukan masyarakat yang mengalami cemas dan stres pada rentang awal. Semua orang bisa mengalami hal ini, tapi harus dikendalikan agar tidak menjadi gangguan jiwa berat," ujar Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Sumut, Hery Valona Bonatua Ambarita, dalam temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Kota Medan, Jumat 10 Juli 2026.

img_title Lepas 1.179 Pramuka ke Jamnas Cibubur, Pesan Bobby Nasution: Buat Bangga Sumatera Utara

​Based on data dari Kementerian Kesehatan RI, diperkirakan sekitar 1,2% populasi Indonesia mengalami gejala kecemasan dan stres yang berpotensi memburuk jika diabaikan.

​"Artinya, dari 10 orang terdapat satu hingga dua orang ODMK. Kondisi ini masih situasional, makanya harus dikendalikan dengan meningkatkan pertahanan diri, edukasi, serta terapi," jelas Hery.

img_title Polda Sumut Gagalkan Penyelundupan 169,6 Kg Ganja Asal Aceh, Tiga Pelaku Ditangkap

Menariknya, hasil skrining menunjukkan bahwa kelompok remaja menjadi yang paling banyak terindikasi mengalami kecemasan dan stres. Salah satu pemicu utamanya adalah beban tugas sekolah yang tinggi.

​Sementara itu, kelompok orang dewasa lebih banyak mengalami tekanan mental akibat persoalan ekonomi, seperti biaya pendidikan anak dan tuntutan biaya hidup sehari-hari.

​Untuk mengatasi fenomena ini, Pemprov Sumut menerapkan dua pendekatan, yaitu 

​deteksi dini, dimana menangani ODMK sejak awal agar gejalanya tidak berkembang menjadi gangguan jiwa berat. ​Pelayanan Komprehensif, yakni memberikan penanganan khusus bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang membutuhkan dokter spesialis, terapi intensif, hingga rawat inap.

​Dinkes Sumut sendiri menargetkan skrining kesehatan jiwa terhadap 22 ribu orang hingga akhir tahun. Saat ini, capaiannya telah menyentuh angka 13 ribu lebih warga (67%). Hery optimistis target tersebut akan rampung pada Desember mendatang.

Bukan hanya skrining, Dinkes Sumut juga berkomitmen mewujudkan program bebas pasung. Hingga kini, sebanyak 186 ODGJ di 33 kabupaten/kota telah mendapatkan penanganan medis yang layak.

Halaman Selanjutnya
img_title