Jejak Nyata Ditorekan Tim Pengabdian FK USU di Tano Niha Nias Utara : Memberikan Pelayanan Kesehatan Kepada Masyarakat
- dok USU
Implementasi salah satu tri darma perguruan tinggi tersebut , selain menghadirkan dr Inke Nadia Diniyanti Lubis, PGDip PID FAAET, M.Ked(Ped), Sp.A, Ph.D , juga beranggotakan Dr rer medic dr M Ichwan, M.Sc, Sp.KKLP, Subsp.FOMC, Dr dr Taufik Sungkar, M.Ked (PD), Sp.PD, Subsp, GEH (K), dr Andriamuri Primaputra Lubis, M.Ked (An), SpAn-TI, Subsp TI (K), dr Nindia Sugih Arto, M.Ked(Clin.Path) Sp.P.K. Subsp.N.R. (K), dr Iman Helmi Effendi, M.Ked (OG), Sp.OG (K), dr Malayana Rahmita Nasution, M.Ked (Clin.Path) Sp.P.K. Subsp.H.K. (K), serta para dokter residen USU.
Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga menjelang sore hari tersebut sukses melayani 23 orang pasien untuk bagian obstetri dan ginekologi, 114 orang pada pelayanan penyakit dalam dan 80 orang di bagian patologi klinik. Pada pelayanan di bagian penyakit dalam keluhan masyarakat yang berobat umumnya untuk penyakit diabetes mellitus, hipertensi, dyspepsia, hiperkolesterolemia, osteoarthritis, penyakit saluran nafas, cholelithiasis (batu empedu), nefrolithiasis (batu ginjal), hipertiroid (penyakit tiroid) dan gastroeosophageal reflux disease (GERD).
Dr dr Taufik Sungkar, M.Ked (PD), Sp.PD, Subsp, GEH (K), memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pengenalan gejala penyakit batu empedu dan tindak pencegahan komplikasinya. Respon masyarakat dalam sesi edukasi sangat antusias, khususnya untuk mengetahui lebih jauh mengenai penyakit batu empedu. Hal itu dibuktikan pada saat tanya jawab di mana banyak masyarakat yang mengajukan pertanyaan mengenai penyakit batu empedu. Bahkan terdapat beberapa gejala penyakit yang mereka curigai sebagai penyakit batu empedu, meski sebagian besar terbantahkan setelah melalui pemeriksaan medis dengan jumlah pasien yang mengular.
“Pada saat mereka tahu bahwa di RSUD Tafaeri telah ada dokter spesialis penyakit dalam, mereka sangat gembira dan merasa sangat terbantu untuk datang berobat. Selama ini akses untuk dapat berobat ke dokter spesialis penyakit dalam cukup terbatas, karena pelayanan dokter spesialis penyakit dalam hanya satu kali dalam seminggu,” ungkap Dr Taufik. Ia berharap, melalui edukasi yang diberikan, masyarakat dapat terbantu untuk mengenali faktor penyebab, gejala dan tindak pencegahan yang dapat dilakukan sejak dini.