Jejak Nyata Ditorekan Tim Pengabdian FK USU di Tano Niha Nias Utara : Memberikan Pelayanan Kesehatan Kepada Masyarakat

Pengabdian FK USU di Tano Niha, di Kabupaten Nias Utara.
Sumber :
  • dok USU

"Kadang kami tahu pasien ini membutuhkan subspesialis. Tapi kami juga melihat kondisi ekonomi keluarganya. Untuk sampai ke Medan saja sudah menjadi beban besar, terlebih melanjutkan perjalanan melalui darat yang memakan waktu tidak sebentar," terang Trinidia.

img_title Ini Arahan Gubernur Sumut Kepada Plt Bupati Langkat Pasca Ondim Terjaring OTT KPK

Tidak sedikit pula pasien yang datang dari Kabupaten Nias Utara. Menariknya, bukan karena daerah tersebut kekurangan dokter. Karena di RSUD Tafaeri Nias Utara sebenarnya telah ditempatkan dokter PPDS Obgyn dan Anestesi dari FK USU. Namun keterbatasan fasilitas, terutama belum tersedianya bank darah dan kemampuan ICU yang masih terbatas, membuat sebagian kasus harus dirujuk ke Gunungsitoli.

Selain itu, masih ada faktor kepercayaan masyarakat. Sebagian pasien memilih langsung menuju RSUD dr. M. Thomsen karena menganggap dokter yang baru bertugas di rumah sakit Tafaeri belum cukup berpengalaman. Dalam satu bulan, sekitar enam hingga tujuh pasien dirujuk dari Nias Utara ke RSUD dr. M. Thomsen. Bahkan, ada pula pasien yang datang langsung tanpa melalui mekanisme rujukan sesuai prosedur.

img_title Bupati Langkat Ditangkap KPK, Gubernur Sumut: Tentu yang Dikorbankan Adalah Masyarakat

"Padahal dokter PPDS yang ditempatkan di sana juga kompeten. Tetapi persepsi masyarakat masih menjadi tantangan," Trinidia mengisahkan ulang kendala yang dihadapi temannya yang bertugas di Nias Utara.

Minim Darah

img_title Wali Kota Medan Berkomitmen Benahi Infrastruktur dan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Dari seluruh pengalaman selama bertugas di Nias, ada satu kisah yang paling membekas di ingatan Trinidia. Ketika seorang ibu datang ke rumah sakit pada dini hari dalam kondisi syok akibat mengalami perdarahan pascapersalinan. Bayinya telah lahir sejak pukul 19.00 WIB, namun sang ibu tetap berada di rumah karena ditangani oleh seorang dukun beranak yang telah lama dipercaya keluarga. Ibu tersebut baru dibawa ke rumah sakit pada pukul 01.00 dini hari, tentu saja dalam kondisi yang sangat memburuk.

Saat tiba di IGD, tubuhnya telah pucat, tekanan darah tidak lagi dapat diukur, dan mengalami syok berat. Trinidia bersama tim medis lainnya segera melakukan tindakan penyelamatan. Luka berhasil ditangani. Sayangnya satu kebutuhan paling penting tidak tersedia; darah! Pelayanan darah telah tutup sejak pukul 22.00 WIB. Cairan infus memang dapat diberikan untuk mempertahankan sirkulasi sementara, tetapi pada kasus perdarahan masif, darah tetap menjadi satu-satunya terapi utama yang mampu menyelamatkan nyawa. Meski seluruh upaya telah dilakukan, pasien akhirnya tidak dapat diselamatkan.

Halaman Selanjutnya
img_title