Perkuat Produktivitas Hortikultura, Bayer Indonesia Luncurkan Camalus dengan Inovasi Insektisida Sistemik Ganda
- Ist/VIVA Medan
Indonesia menjadi pasar ketiga Camalus secara global, setelah sebelumnya diperkenalkan di India dan Filipina tahun lalu. Peluncuran Camalus di Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara, hari ini turut dihadiri Head of Field Solutions Bayer South East Asia & Pakistan, Kukuh Ambar Waluyo; Commercial Unit Lead West, Bayer Crop Science Indonesia, Krisna Dwi Laksono; dan Brand Portfolio Manager Indonesia & Malaysia, Samuel Ady Mahendra; beserta 350 petani desa setempat.
Para petani juga berkesempatan melihat langsung efektifitas pengaplikasian Camalus di lahan demplot tanaman cabai, tomat, dan kubis tiga komoditas hortikultura andalan wilayah tersebut. Tanaman cabai yang telah mendapatkan aplikasi Camalus menunjukkan kondisi yang sehat, segar dan mengkilat. Sumatra Utara merupakan penghasil cabai besar terbesar ketiga (12,53 persen) secara nasional pada 2025.
Commercial Unit Lead West, Bayer Crop Science Indonesia, Krisna Dwi Laksono mengatakan tak berhenti pada komitmen berinovasi, ketersediaan dan kemudahan akses terhadap teknologi pertanian juga menjadi prioritas Bayer.
"Karenanya, kami memastikan agar Camalus hadir dekat dengan keseharian petani, baik dari sisi ketersediaan maupun kemudahan akses. Dengan demikian, semakin banyak petani hortikultura Indonesia yang bisa merasakan manfaat insektisida generasi baru Bayer dan pada akhirnya turut mendorong peningkatan kesejahteraan mereka," jelas Krisna.
Bayer akan memperluas distribusi Camalus ke 13 provinsi sepanjang 2026 yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Bali. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang Bayer memperkuat produktivitas dan kesejahteraan petani Indonesia, khususnya di subsektor hortikultura.
Camalus saat ini tersedia dalam kemasan co-pack berukuran 100ml. Produk akan tersedia secara bertahap melalui jaringan kios tani, termasuk Better Life Farming Center (BLFC). Edukasi teknis mengenai dosis anjuran dan protokol aplikasi Camalus yang aman bisa didapatkan langsung dari tim agronomis Bayer di lapangan, ataupun diakses melalui sosial media: Facebook dan Instagram Bayer CS Petani.