Seorang Remaja Hanyut Saat Berenang di Sungai Ular Sergai, Berhasil Ditemukan dalam Keadaan Meninggal Dunia
- dok SAR Medan
Serdang Bedagai, VIVA Medan–Seorang remaja bernama Dirga Yuda (16) hanyut di Sungai Ular, Lingkungan Pasiran, Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). Korban berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Berdasarkan data dihimpun, kronologi kejadian korban hanyut berawal, Dirga bersama teman-temannya berenang dan mandi di aliran Sungai Ular tersebut, Jumat sore, 3 Juli 2026, sekitar pukul 17.30 WIB.
"Saat itu korban sedang mandi bersama teman-temannya di Sungai Ular. Ketika sedang mandi, korban diduga tenggelam dan hanyut terbawa arus sungai," ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, Senin 6 Juli 2026.
Usai kejadian tersebut, keluarga bersama masyarakat melakukan pencarian secara mandiri di sekitar lokasi. Namun hingga malam hari korban belum berhasil ditemukan.
"Selanjutnya, BPBD Kabupaten Serdang Bedagai melaporkan kejadian tersebut kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan untuk meminta bantuan pelaksanaan Operasi SAR," jelas Hery.
Menerima laporan tersebut, langsung melakukan pencarian pada hari kejadian tersebut hingga dilakukan pencarian pada Minggu 5 Juli 2026. Hery mengungkapkan pihaknya melakukan pencarian korban penyisiran di permukaan sungai menggunakan perahu serta pemantauan pada sejumlah titik yang berpotensi menjadi lokasi terbawanya korban.
"Tim juga memanfaatkan Aqua Eye untuk membantu mendeteksi objek di bawah permukaan air pada area-area yang dicurigai," tutur Hery.
Pada pukul 07.15 WIB, Tim SAR Gabungan menerima informasi dari masyarakat mengenai penemuan sesosok mayat di kawasan muara pantai mangrove. Tim segera bergerak menuju lokasi dan tiba pada pukul 07.55 WIB.
"Setelah dilakukan proses identifikasi dan evakuasi, pada pukul 08.10 WIB korban dipastikan sebagai Dirga Yuda. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di koordinat 3°40'34.158"N 98°57'22.842"E, sekitar 16 kilometer dari lokasi kejadian awal (LKP). Selanjutnya jenazah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga," ungkap Hery.
Hery menjelaskan bahwa pencarian dilakukan dengan mengombinasikan penyisiran permukaan dan penggunaan peralatan pendeteksi bawah air guna memperbesar peluang menemukan korban.
Hery juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR yang terlibat, terdiri atas Basarnas Medan, BPBD Kabupaten Serdang Bedagai, BPBD Kabupaten Deli Serdang, Polsek Perbaungan, Babinsa, perangkat desa, serta masyarakat yang telah bekerja sama selama pelaksanaan operasi.