Kolaborasi dengan Pemerintah Pusat, Dinsos Sumut Bangun Sekolah Rakyat Terintegrasi SD Hingga SMA
- Bagus Syahputra/VIVA Medan
Langkah pemindahan kluster siswa dari pusat-pusat pelatihan (seperti Sentra Bahagia, Sentra Insyaf, BBVP, maupun eks-BLK) ke gedung sekolah mandiri yang baru ini diharapkan mampu menciptakan iklim belajar-mengajar yang jauh lebih kondusif.
"Dengan penyediaan lahan yang cukup luas, seperti di Deli Serdang (6,79 Ha) dan Serdang Bedagai (5,5 Ha), Sekolah Rakyat ini diproyeksikan memiliki fasilitas penunjang yang komprehensif, mulai dari ruang kelas, asrama, hingga sarana olahraga dan ibadah," jelas Dr. Illyan Chandra.
Melalui integrasi program yang dipimpin oleh Dinas Sosial ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara optimistis bahwa kehadiran infrastruktur fisik baru Sekolah Rakyat ini, akan menjadi instrumen nyata jangka panjang untuk memutus mata rantai kemiskinan, antargenerasi melalui pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat Sumatera Utara.
Menko IPK, Agus Harimurti Yudhoyono saat meninjau pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi II Kota Medan.
- Bagus Syahputra/VIVA Medan
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi II Kota Medan, siang, Jumat 3 Juli 2026. Dalam kunjungan tersebut, AHY menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus menjadi strategi memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
"Kita ingin melakukan intervensi untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang terjangkau, pendidikan yang berkualitas, bahkan di sini seluruhnya gratis, mulai dari diterima hingga lulus. Setelah lulus, mereka memiliki kesempatan memilih melanjutkan pendidikan vokasi, perguruan tinggi, maupun langsung memasuki dunia kerja," katanya.
Menurut AHY, pendidikan menjadi instrumen paling efektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, negara harus hadir memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh anak Indonesia, khususnya mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Berdiri di atas lahan seluas kurang lebih enam hektare milik Pemerintah Kota Medan, Sekolah Rakyat Terintegrasi II dirancang menjadi kawasan pendidikan yang menyatukan jenjang SD, SMP, hingga SMA dalam satu kompleks. Sekolah ini memiliki kapasitas sekitar 1.080 siswa, terdiri atas 540 siswa SD serta masing-masing 270 siswa untuk jenjang SMP dan SMA.
"Ini adalah salah satu upaya serius pemerintah dan merupakan program prioritas Bapak Presiden Prabowo Subianto yang menugaskan Kementerian Sosial, dengan dukungan pembangunan dari Kementerian Pekerjaan Umum. Kami di Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan turut mengoordinasikan pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah agar program ini berjalan dengan baik," ujar AHY.