Pria Paruh Baya di Simalungun Ditemukan Tewas, Usai Hanyut di Sungai Bah Toguran Saat Pergi ke Ladang
- dok SAR Medan
Simalungun, VIVA Medan–Seorang pria paruh baya, bernama Mula Sirait (58) dilaporkan hanyut ke aliran Sungai Bah Toguran, Desa Bosar Galugur, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Korban saat hendak menuju ke ladangnya tidak jauh dari lokasi kejadian.
Seorang warga, Bunga Sianturi mendengar sepeda motor korban melintasi penyeberangan sungai tersebut menuju area perladangan, Minggu 28 Juni 2026. Hingga pukul 12.00 WIB korban tidak kunjung terlihat di ladangnya.
Lalu, Bunga hanya melihat sepadan motor korban masih terparkir di penyeberangan sungai, sementara korban tidak ditemukan. Selanjutnya, melaporkan ke Polsek Tanah Jawa lalu diteruskan informasi itu, ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika mengungkapkan pihaknya menerima laporan orang hanyut menurun personel untuk melakukan pencarian dan evakuasi korban.
Pencarian korban juga melibatkan Pos SAR Danau Toba. Lanjut, Hery mengungkapkan pencarian terhadap korban, dilakukan dengan membagi personel menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU), dengan menelusuri sekitar lokasi kejadian, pada hari kedua pencarian, Selasa 30 Juni 2026.
Upaya tersebut, Hery mengatakan bahwa membuahkan hasil. Pada pukul 11.26 WIB, korban berhasil terdeteksi melalui pemantauan drone thermal pada koordinat 02°54′58.38″N 99°13′47.57″E, sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian awal (LKP).
"Tim SAR Gabungan kemudian melakukan proses evakuasi dan memastikan korban telah meninggal dunia sebelum selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga," ungkap Hery, dalam keterangan persnya, Kamis 2 Juli 2026.
Hery menjelaskan bahwa keberhasilan operasi ini merupakan hasil sinergi seluruh unsur SAR yang bekerja secara maksimal sejak hari pertama pencarian.
"Alhamdulillah, pada hari kedua pelaksanaan Operasi SAR, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban atas nama Mula Sirait dalam keadaan meninggal dunia sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian awal. Korban ditemukan melalui hasil visual pemantauan menggunakan drone thermal yang dimiliki Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan," jelas Hery.
Hery juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR Gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, relawan, serta masyarakat yang telah bekerja sama dan memberikan dukungan penuh selama pelaksanaan operasi.