Jadi Tuan Rumah IMT-GT 2026, Sumut Berpotensi Besar Dorong Investasi dan Proyek Strategis Kawasan

Kepala Bagian Kerjasama Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setdaprov Sumut, Ahmad Yamin saat konferensi pers di Kantor Gubernur Sumut.
Sumber :
  • dok Pemprov Sumut

Medan, VIVA MedanPemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut), siap menjadi tuan rumah rangkaian kegiatan Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) tahun 2026. Forum kerja sama ekonomi subregional tersebut melibatkan Indonesia, Malaysia, dan Thailand dalam kerangka ASEAN.

img_title Gugatan Lahan Ramba Joring Cacat Formil, Dosen USU: Tidak Ada Dasar Hukum Ganggu Kedudukan Agincourt Resources

Kepala Bagian Kerja Sama Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setdaprov Sumut Ahmad Yamin menyampaikan, penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah IMT-GT 2026 merupakan hasil keputusan pada 31st IMT-GT Ministerial Meeting yang berlangsung di Trang, Thailand, 4 September 2025. Selanjutnya, Sumut ditetapkan sebagai lokasi penyelenggaraan pertemuan tingkat menteri ke-32 tersebut.

Hal itu disampaikan Ahmad Yamin pada temu pers yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika Sumatera Utara di Lobby Dekranasda Sumut, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Rabu 17 Juni 2026.

img_title Tarif 20 Persen Lintasi Selat Hormuz Dibatalkan Trump, Diganti Negara Kawasan Teluk Investasi ke AS

Menurut Yamin, kerja sama IMT-GT selama ini telah memberikan dampak nyata terhadap pengembangan ekonomi regional. Beberapa di antaranya adalah pengembangan Kawasan Industri Sei Mangkei dan kawasan Kaldera Toba.

“Penunjukan Sumut sebagai tuan rumah merupakan kesempatan besar untuk menghadirkan berbagai gagasan dan proyek strategis yang dapat masuk dalam blueprint IMT-GT lima tahun ke depan. Momentum ini tidak boleh terlewat karena menjadi peluang untuk memperkuat daya saing Sumut di tingkat internasional,” ujarnya.

img_title Gandeng TNI Hingga Tambah Armada, Pertamina Percepat Pendistribusi BBM di Sumatera Utara

Yamin menjelaskan, dalam forum IMT-GT berbagai program prioritas akan dibahas melalui delapan kelompok kerja yang kemudian dirumuskan dalam blueprint pembangunan ekonomi kawasan untuk lima tahun mendatang. 

Beberapa sektor yang menjadi fokus pembahasan meliputi pertanian dan agribisnis, pariwisata, produk dan layanan halal, serta infrastruktur dan transportasi.

Menurutnya, seluruh usulan proyek harus memiliki keterkaitan kepentingan bersama antara Indonesia, Malaysia, dan Thailand sehingga mampu menciptakan manfaat yang saling menguntungkan.

“Ide proyek yang diajukan harus memiliki nilai manfaat bersama. Bukan hanya baik untuk Sumatera Utara atau Indonesia, tetapi juga memberikan keuntungan bagi Malaysia dan Thailand sehingga tercipta kerja sama yang saling menguatkan,” kata Yamin.

Ia berharap peran Sumut sebagai tuan rumah IMT-GT 2026 dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperluas investasi, memperkuat sektor unggulan daerah, serta mendorong lahirnya berbagai proyek strategis yang mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan secara berkelanjutan. Puncak kegiatan IMT-GT 2026 dijadwalkan berlangsung pada September 2026 di Sumut.

Halaman Selanjutnya
img_title