Viral! Begal Penumpang Angkot Morina 81, Polda Sumut Buru Pelaku Sampai ke Jambi
- dok Polda Sumut
Medan, VIVA Medan–Tim gabungan kepolisian berhasil mengungkap dan menangkap kedua pelaku begal di angkutan kota (Angkot) Morina 81, di Jalan KL Yos Sudarso, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Selasa siang, 7 April 2026. Peristiwa ini, sempat viral di media sosial.
Dua tersangka yang diamankan yakni EN alias Memes alias Tatoo (44) dan SLS alias Ringo (36). Para pelaku ditangkap tim gabungan kepolisian dari Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut bersama Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan dan Unit Reskrim Polsek Medan Labuhan.
Aksi pelaku sempat menghebohkan publik, setelah rekaman video korban melompat dari angkot yang melaju kencang, beredar luas di media sosial.
Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan menjelaskan pengungkapan kasus ini merupakan bentuk keseriusan Polda Sumut dalam merespons keresahan masyarakat terhadap aksi kriminal jalanan yang membahayakan keselamatan warga.
“Begitu kejadian ini viral dan menimbulkan keresahan luas di masyarakat, Kapolda Sumut langsung memberikan perhatian khusus dan memerintahkan Ditreskrimum bergerak cepat mengungkap para pelaku. Ini menjadi komitmen kami bahwa setiap tindak kejahatan yang meresahkan masyarakat akan ditindak tegas,” ucap Ferry, Jumat 15 Mei 2026.
Dalam aksi tersebut, SLS alias Ringo berperan sebagai eksekutor yang mengancam korban menggunakan parang, melukai korban, merampas handphone, hingga mendorong korban keluar dari angkot yang sedang melaju.
Sementara, EN yang merupakan sopir cadangan angkot Morina 81 diduga ikut membantu aksi dengan mempercepat laju kendaraan agar teriakan korban tidak terdengar warga.
“Modus mereka cukup terencana. Pelaku utama berpura-pura menyandera sopir agar seolah-olah tidak ada kerja sama, padahal keduanya sudah bersekongkol sejak awal,” sebut Ferry Walintukan.
Peristiwa itu terjadi saat para korban menaiki angkot Morina 81 untuk beraktivitas. Ketika kendaraan melintas di kawasan Mabar, salah satu pelaku tiba-tiba mengeluarkan parang dan mengancam para penumpang perempuan.
Korban Julia Pratiwi kehilangan satu unit handphone Samsung dan mengalami luka lecet. Korban lainnya, Erika Hasibuan, kehilangan dua unit handphone serta mengalami luka serius, termasuk patah tiga gigi dan luka di kepala akibat didorong keluar dari angkot.