Isu Fasilitas Mewah Dinikmati Napi di Lapas Pematang Siantar, Kakanwil Ditjenpas Sumut: Tidak Benar Itu

Kepala Kanwil Ditjenpas Sumut, Yudi Suseno.
Sumber :
  • dok Kanwil Ditjenpas Sumut.

Medan, VIVA MedanTerkait dengan pemberitaan yang beredar dugaan pelanggaran hingga isu fasilitas kamar mewah di Lapas Kelas IIA Pematang Siantar. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Sumatera Utara, Yudi Suseno, angkat bicara dan memberikan klarifikasi. 

img_title Optimalkan Fasilitas PON 2024, Bobby Nasution Ingin Olahraga Sumut Masuk Sektor Industri

Yudi Suseno mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan tindak tegas setiap petugas hingga warga binaan atau narapidana (Napi), yang melakukan pelanggaran. Ia menyebut informasi tersebut, tidak benar dan tidak sesuai dengan kondisi faktual di lapangan.

“Pada prinsipnya kami beserta jajaran Kanwil Ditjenpas Sumut, tidak akan pernah mentolerir segala bentuk pelanggaran di dalam lapas yang melibatkan warga binaan maupun petugas,” ucap Yudi Suseno dalam keterangan persnya, Senin 4 Mei 2026.

img_title Tepis Isu Miring, USU Tegaskan Chapel Hanya Direnovasi Serta Fasilitas Ibadah Disediakan dan Tetap Berjalan

Menanggapi pemberitaan terkait dugaan kendaraan yang disebut bebas keluar-masuk membawa barang ilegal, Kanwil Ditjenpas Sumut memastikan bahwa seluruh aktivitas keluar-masuk di dalam lapas berada dalam pengawasan ketat.

“Tidak benar itu (terkait kendaraan itu). Jangankan kendaraan, orang pun tidak bebas keluar-masuk. Baik orang maupun kendaraan yang masuk dan keluar selalu melalui pemeriksaan sesuai SOP,” jelas Yudi Suseno. 

img_title Fasilitas Ibadah Tetap Disediakan Selama Pembangunan, Renovasi Chapel USU untuk Peningkatan Kenyamanan Jemaat

Pengawasan dilakukan secara berlapis melalui prosedur yang telah ditetapkan, termasuk pemeriksaan terhadap setiap akses keluar-masuk serta pelaksanaan razia rutin guna mencegah masuknya barang terlarang.

"Kemungkinan yang dimaksud adalah kendaraan yang setiap pagi secara rutin mengantar bahan makanan bagi warga binaan, dan itu pun tetap diperiksa sesuai prosedur keluar-masuk," sebut Yudi Suseno. 

Selain isu di Lapas Narkotika, Yudi Suseno mengungkapkan bahwa ada pemberitaan lain juga menyoroti dugaan adanya fasilitas kamar mewah berbayar di Lapas Kelas IIA Pematang Siantar. Ia dengan tegas menyampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar. 

"Kondisi Lapas Kelas IIA Pematang Siantar saat ini justru mengalami kelebihan kapasitas, di mana jumlah warga binaan jauh melampaui daya tampung," tutur Yudi Suseno. 

Dalam kondisi tersebut, ruang hunian digunakan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan dasar warga binaan, sehingga tidak terdapat fasilitas eksklusif sebagaimana yang diberitakan.

“Upaya bersih-bersih tetap dilaksanakan secara optimal guna meminimalisir pelanggaran, walaupun kami juga menyadari banyak tantangan yang harus kami hadapi,” kata Yudi Suseno. 

Halaman Selanjutnya
img_title