Langkah Nyata May Day 2026: BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Sosial bagi Pekerja di Sumut

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumbagut, I Nyoman Suarjaya (kiri) dampingi Gubernur Sumut, Bobby Nasution menyerahkan santunan.
Sumber :
  • dok Pemprov Sumut

Deli Serdang, VIVA MedanPeringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Sumatera Utara menjadi momentum bersejarah bagi puluhan ribu pekerja informal. Di tengah perayaan yang digelar bersama 77 serikat pekerja di Gedung Serbaguna, terungkap bahwa sebanyak 21.119 pekerja rentan di seluruh provinsi kini telah terlindungi oleh program jaminan sosial.

img_title Tercatat 47 Kali Karhutla di Sumut, dengan Area Terbakar Capai 273,87 Hektar

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumbagut, I Nyoman Suarjaya menegaskan bahwa perlindungan ini merupakan wujud nyata kehadiran negara bagi para pekerja yang memiliki risiko tinggi namun memiliki keterbatasan akses.

"Di hari yang bersejarah ini, sebanyak 21.119 pekerja rentan se-Provinsi Sumatera Utara telah resmi terlindungi dalam program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) BPJS Ketenagakerjaan," ujar I Nyoman di sela-sela peringatan May Day, Jumat 1 Mei 2026.

img_title Perkuat Perlindungan WNA dan Cegah Kejahatan Lintas Negara, Imigrasi Sumut Jajaki Kerja Sama dengan Konsulat AS

I Nyoman memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Bobby Nasution. Menurutnya, perlindungan Jamsostek adalah fondasi utama untuk membangun ketahanan ekonomi masyarakat.

"Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan luar biasa dari Pemprov Sumut. Perlindungan Jamsostek merupakan kebutuhan dasar. Pekerja yang sejahtera akan membuat bangsa menjadi kuat," tambahnya.

img_title Ubah Santunan Jadi Modal Usaha, BPJS Ketenagakerjaan Sumbagut Luncurkan Program PEKA di Harpelnas 2026

Senada dengan hal tersebut, Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menegaskan bahwa kesejahteraan buruh adalah prioritas tertinggi pemerintahannya. Dalam diskusi bersama serikat buruh, Bobby menekankan pentingnya kolaborasi untuk menjaga iklim kerja yang sehat.

"Tujuan kita soal kesejahteraan para buruh adalah poin paling utama yang harus dicapai. Kami terus berkomunikasi dan berdiskusi, bukan sekali dua kali, untuk memastikan aspirasi buruh ditindaklanjuti," tegas Bobby.

Selain penguatan jaminan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan, Pemprov Sumut juga menyoroti masalah pengawasan terhadap perusahaan yang masih mengabaikan aturan upah minimum dan outsourcing.

Untuk memperkuat pengawasan di lapangan, Bobby berencana mengonversi data pekerja dan mengoptimalkan tenaga PPPK untuk dilatih menjadi tim pengawas tambahan. Hal ini dilakukan guna memastikan tidak ada lagi hak buruh yang terabaikan, termasuk hak atas jaminan sosial.

Melalui perlindungan bagi 21.119 pekerja rentan ini, diharapkan angka kemiskinan baru akibat kecelakaan kerja atau kematian kepala keluarga dapat ditekan. Momentum May Day 2026 ini menjadi bukti bahwa sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan, pemerintah, dan serikat buruh mampu menciptakan rasa aman bagi seluruh lapisan pekerja di Sumatera Utara.