Kopi Marancar Godang Tapsel Didorong Jadi Produk dengan Targetkan Pasar Global
- Ist/VIVA Medan
Selain itu, kebutuhan akan pendampingan teknis juga masih tinggi, mulai dari perawatan tanaman hingga pemupukan. Petani berharap adanya dukungan berkelanjutan agar produksi dapat meningkat baik dari segi kualitas maupun kuantitas.
Kepala Desa Marancar Godang, , menyebut luas kebun kopi di wilayahnya saat ini telah mencapai sekitar 15 hektare, dengan produksi berkisar antara 600 kilogram hingga 1 ton per bulan.
“Kita terus mendorong masyarakat menanam kopi karena wilayah ini sangat cocok. Tapi yang utama adalah kemauan, baru kemudian perawatan,” katanya.
Ia juga pentingnya dukungan dari berbagai pihak, terutama dalam penyediaan bibit unggul, pelatihan, serta akses pasar yang lebih luas.
Di sisi lain, Direktur Green Justice Indonesia, Panut Hadisiswoyo menegaskan, pengembangan kopi di Marancar tidak hanya berorientasi pada ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya konservasi. Wilayah ini berada di kawasan penyangga lanskap Batang Toru, habitat penting bagi populasinya sangat terbatas.
“Kita ingin memperkuat mata pencaharian masyarakat melalui kopi, namun tetap sejalan dengan perlindungan ekosistem,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan berbasis kopi berkelanjutan menjadi strategi untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan ekonomi masyarakat dan kelestarian lingkungan. GJI saat ini fokus pada penguatan kelompok tani, meningkatkan kualitas bibit, serta membuka akses pasar hingga ke tingkat internasional dengan menghadirkan pembeli dari luar negeri.
“Targetnya, kopi Marancar bisa menjadi produk unggulan dunia ,” katanya.
Sebagai bagian dari penguatan rantai produksi, GJI juga menyerahkan bantuan mesin pengolahan kopi kepada kelompok LPHD Permata Hijau. Program Manager GJI, , mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas hasil kopi petani.
“Bantuan ini diharapkan dapat mendukung kesejahteraan kelompok, terutama dalam proses pasca panen,” ujarnya.
Mesin pengolah kopi tersebut ditempatkan di area strategis dekat pembibitan dan kantor desa agar mudah diakses petani. Kehadiran alat ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada pihak luar serta memperkuat kemandirian ekonomi kelompok.
Dengan dukungan dari berbagai pihak—mulai dari pendampingan, akses pasar, hingga penguatan produksi—Marancar Godang kini menapaki jalan untuk menjadi model pengembangan kopi berkelanjutan. Di kawasan ini, kopi tidak hanya menjadi komoditas ekonomi, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam menjaga hutan dan keberlangsungan spesies langka di dalamnya.