Arsitek Jumpa Tengah 2026 Resmi Diluncurkan, IAI Sumut Siap Hadirkan Inovasi dalam Dunia Arsitektur yang Estetik
- Bagus Syahputra/VIVA Medan
Medan, VIVA Medan–Event Arsitek Jumpa Tengah (AJT) 2026, kembali digelar dan resmi diluncurkan oleh Ikatan Arsitek Indonesia Sumatera Utara (IAI Sumut). Peluncuran ini, digelar di salah satu restoran di Kota Medan, Rabu malam, 8 April 2026.
Ketua IAI Sumatera Utara, Ar. Achmad Aryanto, IAI, AA, menjelaskan event AJT 2026 ini, ajang silaturahmi dan menjadi ruang apresiasi bagi pelaku praktik arsitektur dan dunia konstruksi di Sumut hingga menghadirkan ajang pameran arsitektur.
Peluncuran tersebut, menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan AJT yang akan digelar untuk ketiga kalinya setelah sukses dilaksanakan pada tahun 2024 dan 2025.
AJT 2026 ini, Achmad mengatakan bahwa event ini, siap berkontribusi dan menghadirkan gagasan inovasi dalam dunia arsitektur kepada masyarakat di Sumut. Sehingga kegiatan ini, diharapkan menjadi sorotan publik.
“Arsitek Jumpa Tengah bukan sekadar pameran biasa. Acara ini kami hadirkan sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh pelaku praktik arsitektur dan pekerjaan konstruksi di Sumatera Utara. Kami ingin memperlihatkan kepada publik bahwa inovasi dalam dunia arsitektur harus etis, logis, dan tentu saja estetik,” ujar Achmad Aryanto.
Pada pelaksanaan tahun ini, AJT mengusung tema utama “Nadi Ruang Utara”, yang mengandung filosofi mendalam tentang peran arsitektur dalam kehidupan masyarakat.
Menurut Achmad, tema tersebut terdiri dari tiga makna utama, yakni Nadi, Ruang, dan Utara, yang menjadi representasi penting dalam pembangunan wilayah Sumatera Utara.
“Kami memandang arsitektur sebagai sistem yang menjaga keberlangsungan aktivitas manusia. Tanpa arsitektur yang baik, sebuah kota bisa ‘mati’ secara fungsional. Di sinilah arsitek hadir sebagai pemberi denyut pada setiap pembangunan di Sumatera Utara,” jelasnya.
Ia menambahkan, ruang dalam konteks arsitektur tidak hanya dipahami sebagai jarak antar dinding, tetapi juga sebagai wadah interaksi sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat.
“Ruang adalah tempat terjadinya budaya, perputaran ekonomi, dan penciptaan memori. Karena itu, kami mengedepankan sisi humanis, bagaimana arsitektur dapat menjadi wadah bagi masyarakat Sumatera Utara yang heterogen untuk berinteraksi,” tambahnya.
IAI Sumut Gelar Konferensi Pers Peluncuran Arsitek Jumpa Tengah 2026 di Medan.
- Bagus Syahputra/VIVA Medan
Lebih lanjut, kata Achmad, unsur Utara dalam tema tersebut menjadi simbol kebanggaan terhadap identitas geografis Sumatera Utara yang kaya akan lanskap dan dinamika perkotaan.