Mobil Kijang Innova Ditumpangi Pasutri Asal Subullussalam Terjun ke dalam Jurang di Sungai Lae Kombih Pakpak Bharat

Tim SAR saat melakukan pencarian korban mobil Kijang Innova yang terjun ke Sungai Lae Kombih, Kabupaten Pakpak Bharat.
Sumber :
  • dok Basarnas Medan

Pakpak Bharat, VIVA MedanSebuah mobil Toyota Kijang Innova terjun ke dalam jurang di kawasan Sungai Lae Kombih. Tepatnya, di Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe, Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara (Sumut), Senin malam, 30 Maret 2026, sekitar pukul 23.00 WIB. 

img_title Pemprov Sumut Dorong Penguatan Kolaborasi Antarprovinsi se-Sumatera untuk Percepat Pertumbuhan Kawasan

Pasangan suami istri (Pasutri) asal Kota Subullussalam, Aceh dilaporkan menjadi korban dalam mobil masuk ke dalam Sungai Lae Kombih dan masih dalam pencarian tim SAR gabungan saat ini.

Kedua korban, yakni Rudi Simanjuntak (40 tahun) dan istrinya, Risma Tumangger (39 tahun). Mereka merupakan warga Desa Lae Ikan, Kecamatan Penanggalan, Kota Subullussalam, Aceh.

img_title Banjir Besar di Sumut November 2025, Prof Jatna : Dipicu Anomali Cuaca

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, menjelaskan pihaknya menerima laporan mobil itu, masuk ke dalam Sungai Lae Kombih dari BPBD Pakpak Bharat, Selasa 31 Maret 2026.

"Tim kita turun melakukan pencarian korban pada satu unit mobil Toyota Kijang Innova dengan nomor polisi BK 1213 SP dilaporkan terjatuh ke jurang hingga masuk ke aliran Sungai Lae Kombih," sebut Hery, Selasa malam, 1 April 2026.

img_title Kepala Biro Perekonomian Sumut Poppy Hutagalung Dicopot, Alasannya: Lihat Saja di IG Pak Gubernur

Berdasarkan informasi, mobil warna silver yang dikemudikan oleh Rudi Simanjuntak melaju dari Kabupaten Pakpak Bharat ke Kota Subullussalam melalui Jalinsum. Diduga kehilangan kendali dan terjun ke jurang yang berada di sekitar aliran Sungai LaeKombih. 

Setelah melaksanakan assessment di lapangan. Hery mengatakan tim melakukan pencarian dengan membagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU), yaitu SRU 1 melakukan pencarian menggunakan drone thermal dengan jangkauan hingga 5 kilometer.

"Lalu, menyisir area dari lokasi kejadian hingga ke arah Air Terjun Kedabuhen, wilayah Subulussalam, Aceh selanjutnya SRU 2 melakukan pencarian darat dengan metode penyisiran di sepanjang aliran sungai sejauh sekitar 1 kilometer ke arah hilir, serta pemasangan jaring di sekitar area yang dicurigai," jelas Hery.

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, antara lain Basarnas Medan, Polsek Sukaramai, BPBD Pakpak Bharat, pemerintah setempat, serta masyarakat dan keluarga korban.

Hery selaku Search Mission Coordinator (SMC) atas persetujuan Search Coordinator (SC) mengungkapkan bahwa seluruh upaya akan dilakukan secara maksimal untuk menemukan korban. 

Halaman Selanjutnya
img_title