Pasca Lebaran 2026, Polda Sumut Fokus Pengamanan Objek Wisata dan Arus Balik
- Dok Polda Sumut
Medan, VIVA Medan–Memasuki libur Hari Idulfitri 1447 Hijriah, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) bersama jajaran melakukan pengawasan dan pengamanan di seluruh objek wisata, yang di Provinsi Sumut. Hal ini, bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat berwisata.
"Kita dari Polda Sumut dan jajaran, terus memperkuat pengamanan di kawasan objek wisata dan jalur lalu lintas selama momentum libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H, guna memastikan keamanan, kenyamanan, serta kelancaran mobilitas masyarakat," sebut Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol. Ferry Walintukan, Senin 23 Maret 2026.
Ferry mengatakan bahwa pengamanan tersebut, dilaksanakan secara terpadu melalui Operasi Ketupat Toba 2026 dengan melibatkan ribuan personel gabungan dari Polri, TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait lainnya yang ditempatkan di berbagai titik strategis, termasuk kawasan wisata unggulan dan jalur rawan kepadatan.
Sejumlah destinasi wisata favorit seperti kawasan Danau Toba dan Berastagi menjadi prioritas pengamanan mengingat tingginya mobilitas masyarakat selama libur Lebaran.
"Personel kepolisian disiagakan untuk mengatur arus lalu lintas sekaligus memberikan pelayanan kepada wisatawan," sebut Ferry.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Ferry Walintukan.
- dok Polda Sumut
Selain itu, Ferry mengungkapkan bahwa pengamanan juga mencakup berbagai objek vital, mulai dari tempat ibadah, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, hingga lokasi wisata yang diprediksi mengalami lonjakan pengunjung selama periode libur panjang.
Ferry mengatakan, pengamanan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya yang memanfaatkan libur Lebaran untuk berwisata maupun melakukan perjalanan.
“Polda Sumut dan jajaran mengoptimalkan kehadiran personel di lapangan, baik di objek wisata maupun jalur lalu lintas, guna memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif serta arus kendaraan berjalan lancar,” sebut Ferry.
Ferry menjelaskan, pola pengamanan dilakukan secara humanis dan responsif, dengan menempatkan personel di titik-titik rawan kemacetan dan kecelakaan, serta meningkatkan patroli di kawasan wisata yang mengalami peningkatan jumlah pengunjung.
“Kami juga mengedepankan langkah preemtif dan preventif, termasuk pengaturan lalu lintas, patroli rutin, serta edukasi kepada masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan maupun saat berada di lokasi wisata,” ungkap Ferry.