Motif Pembunuhan Nenek yang Ditemukan di Tumpukan Sampah di Sergai : Sakit Hati Gegera Uang Rp 1 Juta

Polres Sergai gelar konferensi pers kasus pembunuhan.
Sumber :
  • dok Polres Sergai

Serdang Bedagai, VIVA MedanTerungkap motif dibalik kasus pembunuhan terhadap seorang nenek, bernama Irawati (58). Usai dibunuh jasad korban dibuang di tumpukan sampah di Desa Pulau Gambar, Kecamatan Serba Jadi Kabupaten Sergai, dan ditemukan warga pada Senin 9 Maret 2026.

img_title Polrestabes Medan Gagalkan Peredaran 680 'Pod Getar' Mengandung Narkoba Asal Malaysia, 2 Pria Aceh Diringkus

Pelaku pembunuhan nenek tersebut, ternyata adalah Zulkifli alias Kifli (30), yang merupakan warga Jalan Karya, Gang Naruto Kelurahan Karang berombak, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan. Pelaku ini, merupakan menantu dari korban.

Kemudian, Anita alias Utet (49), warga Desa Pulau Gambar, Kecamatan Serba Jadi, Kabupaten Sergai. Pelaku ini, merupakan pengasuh cucu korban, bernama Fitrianti (3). Sedangkan, Irawati merupakan tetangga pelaku.

img_title Anak Bunuh Ibu Kandung di Pematangsiantar, Begini Kata Polisi Terkait Status Kejiwaan Pelaku

Selain pembunuhan, kasus berawal dari penculikan dialami cucu korban, berusia tiga tahun dan bernama Fitrianti. Berdasarkan hasil pemeriksaan kedua tersangka itu. Memiliki ide melakukan penculikan hingga pembunuhan adalah Anita. 

Kapolres Sergai, AKBP. Jhon Hery Rakutta Sitepu mengungkapkan motif pembunuhan dan penculikan tersebut, karena Anita dendam dan sakit terhadap suami korban, yakni Efendi (64). Sehingga berniat melakukan tindakan kriminal tersebut. 

img_title Dorong Daya Saing Ekonomi dan Logistik, Pemprov Sumut Perkuat Konektivitas Pelabuhan Kuala Tanjung-Penang Port

"Pelaku Zulkifli menerangkan bahwa adapun ide untuk membunuh korban Irawati adalah Anita karena sakit hati kepada suami yang bernama Efendi," sebut Jhon, dalam keterangan persnya, Rabu 18 Maret 2026.

Jhon menjelaskan bahwa anak korban bernama Marlia, ibu dari Fitriani mengirim uang Rp 1 juta kepada Efendi setiap bulan sebagai biaya merawat balita berusia 3 tahun tersebut. Namun Anita, tidak menerima uang tersebut sebagai pengasuh cucu korban.

"Merasa tidak Terima dan sakit hati perkatakan Efendi, yang mengatakan bahwa suami atau pacarnya pelaku Zulkifli, tidak beres dikarenakan masih ada hubungannya suami istrinya dengan anaknya Marlia, yang berada di Malaysia dikarenakan belum ada keterangan cerai," jelas Kapolres Sergai. 

Ilustrasi mayat.

Photo :
  • Istimewa/VIVA Medan

Dengan itu, antara Anita dan Zulkifli merupakan pasangan suami istri (pasutri). Namun, Zulkifli ini masih status suami dari Marlia anak korban di Malaysia. Meski sudah pisah tapi belum cerai secara resmi. 

Jhon mengungkapkan bahwa kedua pelaku terlibat dalam dua kasus, yakni pembunuhan terhadap Irawati dan penculikan cucu korban, Fitriani."Kasus ini, bermula penculikan terhadap Fitriani di rumah nenek korban, di pada Sabtu sore, 8 Februari 2026, sekitar pukul 15.00 WIB," kata Kapolres Sergai. 

Halaman Selanjutnya
img_title