Berenang di Sungai Sei Belawan, Seorang Remaja di Deli Serdang Terseret Arus dan Ditemukan Tewas
- Ist/VIVA Medan
Medan, VIVA Medan –Seorang remaja bernama Bagus Prayoga (13), tewas tenggelam di Sungai Sei Belawan. Tepatnya, di PDAM Bendungan Desa Sei Beras Sekata, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut).
Korban yang merupakan warga sekitar lokasi kejadian itu, berhasil ditemukan dan dikeluarkan oleh petugas SAR dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Medan, pada Sabtu petang, 14 Maret 2026, sekitar pukul 18.46 WIB. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
“Korban berhasil ditemukan dalam kondisi kematian dunia tidak jauh dari lokasi awal kejadian, kemudian korban dievakuasi ke darat,” ucap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Medan, Hery Marantika, Sabtu malam, 14 Maret 2026.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa korban tenggelam pada Jumat sore, 13 Maret 2026, sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, Bagus bersama beberapa temannya mandi-mandi di Sungai Sei Belawan .
“Saat sedang berenang, korban diduga terseret arus hingga tenggelam dan tidak muncul kembali ke permukaan,” sebut Hery Marantika.
Atas kejadian tersebut, teman-teman korban segera melaporkan kepada warga sekitar. Warga yang menerima laporan kemudian berusaha melakukan pencarian secara mandiri. Namun hingga beberapa waktu korban belum berhasil menemukan atas pencarian korban yang tenggelam di sungai tersebut.
Selanjutnya, Hery Marantika mengatakan peristiwa itu, dilaporkan oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Medan untuk meminta bantuan operasi pencarian dan pertolongan.
“Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Medan segera memberangkatkan 1 tim Rescue, yang berjumlah 7 orang menuju lokasi kejadian dengan menggunakan Rescue Car Double Cabin,” kata Hery Marantika.
Hery Marantika menjelaskan setelah berhasil ditemukannya korban tenggelam tersebut, petugas SAR gabungan menyerahkan jasad Bagus kepada pihak keluarga untuk disemayamkan dan dimakamkan.
Hery Marantika mengimbau masyarakat untuk selalu waspada saat beraktivitas di kawasan sungai. Hal ini, untuk mencegah peristiwa terulang kembali.
"Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan ditutup, dan seluruh elemen yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing dengan ucapan terima kasih atas kerja sama yang telah diberikan selama proses pencarian," sebut Hery Marantika.