Seorang Remaja Terseret Derasnya Arus Sungai Lae Sembelin Dairi, Akhirnya Ditemukan Tewas

Tim SAR saat melakukan pencarian korban di Sungai Lae Sembelin, Kabupaten Dairi.
Sumber :
  • Ist/VIVA Medan

Dairi, VIVA MedanTim SAR gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi jasad seorang remaja bernama Ferri Imanuel Sinaga (15), yang tewas terseret derasnya arus Sungai Lae Sembelin, Desa Bakkal Gajah, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara (Sumut). 

img_title Pimpin Upacara Penurunan Bendera, Wagub Surya Gaungkan Semangat Kolaborasi untuk Percepat Pembangunan Sumut

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika menjelaskan Jasad Ferri berhasil ditemukan tim SAR gabungan pada Rabu dini hari, 11 Maret 2026, sekitar pukul 00.30 WIB. Korban sendiri, yang merupakan warga Desa Bakkal Gajah, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi. 

"Korban akhirnya berhasil ditemukan oleh Tim Operasi SAR, tidak jauh dari lokasi kejadian dalam kondisi meninggal dunia," kata Hery Marantika, Rabu siang, 11 Maret 2026.

img_title Kukuhkan 74 Paskibraka Sumut, Bobby Nasution: Kalian Jadi Contoh Persatuan yang Sesungguhnya

Hery menjelaskan kronologi kejadian dialami Ferri, berawal korban bersama sejumlah rekannya sedang berenang di Sungai Lae Sembelin, Minggu siang, 8 Maret 2026, sekitar pukul 12.30 WIB.

"Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat itu korban bersama beberapa rekannya tengah mandi di sungai. Namun diduga arus sungai yang cukup deras menyeret korban hingga akhirnya hilang dari permukaan air. Mengetahui kejadian tersebut, teman-teman korban segera meminta pertolongan warga sekitar," jelas Hery.

img_title Gunungsitoli Tembus Target UHC, Wagub Sumut Ingatkan Jangan Cepat Puas

Hery mengatakan bahwa warga bersama keluarga korban sempat melakukan pencarian secara mandiri di sekitar lokasi kejadian, namun korban tidak berhasil ditemukan. 

"Peristiwa tersebut, kemudian dilaporkan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan melalui BPBD Kabupaten Dairi pada Senin pagi, 9 Maret 2026 pukul 07.10 WIB untuk meminta bantuan SAR," kata Hery.

Hery mengungkapkan bahwa dalam proses pencarian, tim SAR membagi area operasi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). Tim pertama melakukan penyisiran darat di sepanjang bantaran Sungai Lae Sembelin dari lokasi kejadian menuju arah hilir. Sementara tim kedua melakukan pemantauan dari udara menggunakan drone thermal dengan radius pencarian hingga 2 kilometer.

"Setelah beberapa hari melakukan upaya pencarian secara intensif, korban akhirnya berhasil ditemukan oleh Tim Operasi SAR, tidak jauh dari lokasi kejadian dalam kondisi meninggal dunia," ucap Hery.

Korban kemudian dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk semayamkan dan dikebumikan. Lanjut, Hery menyampaikan duka cita mendalam atas musibah tersebut serta mengapresiasi seluruh unsur SAR yang terlibat dalam proses pencarian.

Halaman Selanjutnya
img_title