Jelang Idul Fitri 2026, Pemprov Sumut Pastikan Jumlah Pengungsi Terus Menurun

Gubernur Sumut, Bobby Nasution.
Sumber :
  • dok Pemprov Sumut

Medan, VIVA Medan–Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) memastikan jumlah pengungsi korban bencana alam di Sumut, akan turun drastis jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. 

img_title Medan Jadi Tuan Rumah Munas BEM Politeknik, Rico Waas Ajak Mahasiswa Perkenalkan Potensi Kota

Hal tersebut, diungkapkan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Basarin Yunus Tanjung. Ia mengatakan bahwa Pemprov Sumut terus mendorong percepatan penanganan pengungsi hingga mencapai target zero pengungsi di tenda. 

“Sudah ada pengungsi yang masuk ke hunian sementara (Huntara), masih ada ribuan Huntara lagi siap dihuni, untuk keseluruhan progress pembangunan Huntara sudah masuk di angka 90-an persen, kita harap sebelum Lebaran, pengungsi sudah tidak lagi di tenda,” sebut Basarin Yunus Tanjung di Kota Medan, Sumut, Selasa 10 Maret 2026.

img_title Groundbreaking Ditargetkan Desember 2026, Pemprov Sumut Dorong Percepatan PSEL Medan Raya

Pemprov Sumut juga mendorong seluruh pihak untuk terus menjaga kolaborasi dalam mempercepat pemindahan pengungsi dari tenda ke hunian sementara. Menurut Basarin, percepatan tersebut membutuhkan dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak.

Sebelumnya, beberapa titik Huntara telah dihuni masyarakat terdampak bencana. Di Lapangan Bola Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan tersedia 186 unit; Dusun Aek Latong, Desa Marsada, Kecamatan Sipirok sebanyak 118 unit; PTPN IV Regional I Afdeling III Kebun Batang Toru, Desa Napa sebanyak 129 unit; Adiankoting 40 unit; Asrama Haji Pinangsori 52 unit; Lahan Balerong Pasar Tukka 12 unit; serta Lahan Rusunawa Pandan sebanyak 90 unit. 

img_title Menteri Ekonomi Malaysia Terpukau Potensi Sumut dan Puji Kepemimpinan Bobby Nasution

Sementara itu, sejumlah titik pembangunan Huntara lainnya masih dalam tahap penyelesaian. "Untuk Tapsel tanggal 15 Maret diharapkan sudah masuk ke Huntara. Karena Huntara-nya baru siap di tanggak 15 Maret," jelas Basarin Yunus Tanjung. 

Selain penyediaan hunian sementara, para pengungsi juga menerima Dana Tunggu Hunian (DTH). Bantuan ini ditujukan bagi pengungsi yang memilih tidak tinggal di Huntara.

Yunus Tanjung mengajak seluruh stekloder untuk bekerja sama serta kolaborasi dalam penanganan bencana alam di Sumut. Sehingga penanganan bisa berjalan maksimal dan zero pengungsi. 

"Proses penyaluran DTH sudah berlangsung dan akan terus di cairkan sesuai kelengkapan BNBA atau By Name By Address," kata Yunus Basarin Tanjung.