Pemprov Sumut Percepat Pembangunan 10 Jembatan yang Rusak Akibat Bencana

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Sumut, Basarin Yunus Tanjung (tengah).
Sumber :
  • dok Pemprov Sumut

Medan, VIVA Medan–Pemerintah terus mempercepat pembangunan jembatan di sejumlah daerah terdampak bencana banjir guna memulihkan konektivitas antarwilayah, dan memastikan distribusi logistik bagi masyarakat tetap berjalan. 

img_title Berkaca dari Banjir Parah Tahun Lalu, Pemko Medan Instruksikan ASN Siaga Penuh Hadapi November-Desember

Hal itu, diungkapkan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sumut, Basarin Yunus Tanjung dalam temu pers yang diselenggarakan Dinas Kominfo Sumut di Lobby Dekranasda Sumut, Kantor Gubernur, Jalan Diponegoro, Kota Medan, Rabu 25 Februari 2026.

Upaya percepatan ini, Basarin Yunus Tanjung mengatakan dilakukan agar aktivitas warga dapat segera kembali normal, khususnya di wilayah yang selama ini memiliki akses terbatas, akibat jembatan rusak atau terputus. 

img_title Muktamar ke-49 Muhammadiyah 2027 di Sumut, Bobby Nasution: Momentum Dongkrak UMKM dan Pariwisata

“Ada 10 jembatan yang sedang kita bangun bekerja sama dengan TNI, sekarang sudah siap delapan jembatan. Tapi karena terjadi peristiwa banjir kembali pada tanggal 11 dan 16 Februari yang lalu. Maka ada satu jembatan yang kembali bergeser dan mengalami kerusakan tapi akan kita perbaiki kembali,” ucap Basarin Yunus Tanjung.

Basarin yang juga Ketua Harian Satgas Penanganan Darurat Bencana Provinsi Sumut menjelaskan, wilayah dengan akses terbatas tersebut bukan terisolir. Wilayah itu masih dapat dijangkau dengan kendaraan roda dua dan berjalan kaki. Namun, untuk kendaraan roda empat, akses baru dapat dilalui setelah dilakukan perbaikan jalan dan jembatan.

img_title BMKG Ungkap Daftar Wilayah Berpotensi Diguyur Hujan Lebat Awal November, Aceh dan Sumut Status Siaga

Pembangunan jembatan di desa-desa dengan akses terbatas dilakukan bekerja sama dengan TNI. Berdasarkan data pembaruan Posko Darurat Bencana Sumut per 25 Februari 2026, wilayah dengan akses terbatas terdapat di dua kabupaten, yakni Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

Di Taput, wilayah terdampak berada di dua kecamatan dan empat desa, yakni Kecamatan Sipaholon dan Parmonangan dengan desa Rura Julu Tomuan, Pertengahan, Huta Tua, dan Huta Julu Parbalik. Sementara di Tapteng, wilayah dengan akses terbatas terdapat di Kecamatan Tukka dan Sibabangun, meliputi Desa Saur Manggita, Desa Sait Kalangan Dua, Desa Sigiring-giring, dan Desa Sibio-bio.

“Kita juga melakukan penggalian timbunan di sepanjang jalan desa tersebut dan jembatan yang rusak diperbaiki. Kalau cuaca mendukung ini bisa progresnya selesai pada bulan Maret nanti, kita harapkan cuaca mendukung,” kata Basarin.

Halaman Selanjutnya
img_title