Nyebrang Sungai Belawan untuk Menanam Jagung, Ian Terseret Derasnya Arus dan Ditemukan Tewas

Tim SAR saat melakukan jasad korban tewas tenggelam di Sungai Belawan.
Sumber :
  • Ist/VIVA Medan

Deli Serdang, VIVA Medan–Seorang pria bernama Ian (35) tewas tenggelam, usai terseret derasnya air Sungai Belawan. Tepatnya, di Jalan Tani Asli, Dusun II Timur, Desa Tanjung Gusta, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut).

img_title Brigadir IH di Patsus Terkait Kematian Mantan Istrinya, Kapolda Sumut: Ada Pelanggaran Kode Etik

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, menjelaskan kronologi kejadian korban tenggelam di Sungai Belawan berdasarkan keterangan saksi. Bermula Senin pagi, 16 Februari 2026, sekitar pukul 10.00 WIB. Saat kejadian itu, Ian menyeberang sungai tersebut.

"Korban menyeberang sungai karena akan menanam jagung di seberang Sungai Belawan itu," ucap Hery Marantika, dalam keterangan persnya, Rabu malam, 18 Februari 2026.

img_title 45 Anggota Paskibraka Deli Serdang 2026 Resmi Dikukuhkan, Siap Kibarkan Merah Putih

Hery Marantika mengungkapkan namun naas bagi korban, dikarenakan debit air sungai naik pasca hujan dan arus di area sungai deras, diduga korban tidak sanggup melawan derasnya arus sungai sehingga korban hanyut terseret arus sungai dan hilang. 

"Upaya pertolongan segera dilakukan oleh warga setempat namun korban tak kunjung ditemukan sehingga kejadian ini dilaporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan," jelas Hery Marantika.

img_title Kapolda Sumut Pastikan Penyidikan Kasus Kematian Eks Istri Polisi di Medan Dilakukan Secara Transparan

Hery Marantika mengatakan menerima laporan tersebut, langsung menurun tim SAR untuk melakukan pencarian dan evakuasi korban bersama TNI/Polri dan warga sekitar.

Basarnas Medan melakukan pencarian korban, dengan mengerahkan satu tim rescue lengkap dengan peralatan SAR air, termasuk perahu LCR, rope rescue, dan peralatan keselamatan lainnya untuk melakukan pencarian di sungai. 

"Pencarian dilakukan dengan metode penyisiran permukaan, pencarian visual dari darat, dan alat pendeteksi sonar dibawah air," jelas Hery Marantika.

Hery Marantika mengatakan setelah pencarian intensif selama tiga hari, tim akhirnya menemukan jasad korban sore tadi pada Rabu sore, 18 Februari 2026, sekitar pukul 15.00 WIB.

"Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, denganberjarak sekitar 11 km dari titik lokasi awal korban hanyut," tutur Hery Marantika.

Setelah itu, jasad korban dievakuasi oleh tim SAR dan langsung dibawa ke rumah duka diserahkan kepada pihak keluarga korban untuk disemayamkan.

“Operasi SAR gabungan ini merupakan wujud kerja sama semua pihak untuk memberikan layanan profesional, Modern dan Teruji saat menghadapi insiden darurat di wilayah perairan. Kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban," ucap Hery Marantika.

Halaman Selanjutnya
img_title