Seorang Pria Tewas Usai Tertemper Kereta Api di Simalungun, dengan Kondisi Tangan dan Tubuh Terpisah

Polisi lakukan olah TKP ditemukan jasad seorang pria tewas tertemper kereta api di Kabupaten Simalungun.
Sumber :
  • dok Polsek Serbalawan

SIMALUNGUN, VIVA MedanSeorang pria bernama Heri Irawan (24) ditemukan tewas dengan kondisi tubuh rusak parah, usai tertemper kereta api, di perlintasan Dolok Merangir, Huta I Nagori Dolok Merangir II, Kecamatan Dolok Batu Nanggar Kabupaten Simalungun, Selasa pagi, 17 Februari 2026, sekitar pukul 04.45 WIB.

img_title Dampak Bencana di Sumut Belum Pulih, Bobby Nasution: Harapan Kami TKD 2027 Sama dengan di 2026

Kapolsek Serbalawan, AKP Gunawan Sembiring menjelaskan kronologi peristiwa tertemper KA itu, yang dialami korban yang merupakan Desa Limbong, Kecamatan Dolok Merawan, Kabupaten Serdang Bedagai. Dimana, Heri tertabrak kereta api dari arah Medan menuju Pematang Siantar.

"Saat ditemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan luka berat," ungkap Gunawan dalam keterangan tertulis, Selasa siang, 17 Februari 2026.

img_title Dua Hasil Rapimwil GPND Sumut: Dukung Prananda Surya Paloh Jadi Ketum & Kawal Program Bobby Nasution

Gunawan mengatakan mendapat laporan kejadian itu, personel Polsek Serbelawan turun melakukan olah TKP dan menemukan jasad korban dalam keadaan tangan terputus, kepala pecah, serta luka-luka pada bagian tubuh lainnya.

"Lalu, bagian tubuh korban ditemukan terpisah sejauh kurang lebih 380 meter dari lokasi kejadian dan seluruh bagian tubuh korban dikumpulkan selanjutnya dimasukkan dalam kantong mayat," sebut Kapolsek. 

img_title Kunjungi SMAN 1 Lubuk Pakam, KAI Bandara Kampanyekan Sadar Keselamatan Kereta Api dan Berlalu Lintas Aman

Gunawan mengatakan bahwa keterangan Masinis KA R2802, bernama nama Andi Purnama saat melintas di KM 26+5/6 petak jalan Baja Linggei-Dolok Merangir atau dari Arah Medan menuju Pematang Siantar melihat seorang laki-laki berada di jalur rel kereta api dan sudah diklakson berulang kali, tetapi tidak korban bergeser sehingga tersenggol kereta api itu.

"Berdasarkan keterangan Masinis KA, bahwa korban berada di jalur rel kereta api dalam posisi jongkok dengan kedua tangan memegang kepala. Lokasi kejadian merupakan areal perkebunan, dengan kondisi minim penerangan dan tanpa lampu penerangan di sekitar jalur rel," jelas Gunawan. 

Setelah dilakukan olah TKP, Gunawan mengatakan bahwa jasad korban dievakuasi dan dibawa ke RSUD Djasamen Saragih, Kabupaten Simalungun untuk dilakukan visum guna proses penyelidikan lebih lanjut.

"Namun, saat Jenazah tiba di RSUD Djasamen Saragih, spihak keluarga memohon agar tidak perlu dilakukan visum luar dan autopsi terhadap korban. Karena pihak keluarga, merasa yakin bahwa penyebab meninggalnya korban dikarenakan akibat tertemper kereta api dan dituangkan dalam surat permohonan dan pernyataan dari keluarga korban," jelas Gunawan.