Pemerintah Pusat Kembali Bangun Infrastruktur di Terowongan Batu Lubang, Akses Tarutung-Sibolga

Pemerintah Pusat Kembali Bangun Infrastruktur di Terowongan Batu Lubang.
Sumber :
  • Ist/VIVA Medan

Sibolga, VIVA Medan  –  Pemerintah RI kembali membanguninfrastruktur Terowongan Batu Lubang, yang merupakan konektivitas ruas jalan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput)-Sibolga. Batu Lubang ini, terkena dampak bencana alam, sehingga mengalami kerusakan parah.

img_title Kesehatan, Pendidikan, hingga Infrastruktur Jadi Prioritas, Begini Arah Pembangunan Sumut 2027

Perbaikan jalur Terowongan Batu Lubang, dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan PT Hutama Karya , penanganan darurat jasa rancang bangun jalan dan jembatan sepanjang 60,40 kilometer, dengan sebaran 103 titik penanganan.  

Menteri PU, Dody Hanggodo menegaskan percepatan pemulihan konektivitas dilakukan sejak awal kejadian bencana melalui balai-balai teknis di seluruh provinsi."Kementerian PU memiliki balai teknis di seluruh provinsi di Indonesia. Sehingga ketika terjadi bencana," ucap Dody, dalam keterangan persnya, Selasa 20 Januari 2026.

img_title Warga Gang Garista Kini Nikmati Jalan Rabat Beton Mulus Hasil Wujud Program Prioritas Wali Kota Medan

Dody menjelaskan perbaikan dan pembangunan akses Terowongan Batu Lubang ini, untuk mengembalikan aktivitas jalur jalan tersebut, yang sempat tertutup akibat material bencana alam itu.

"Kami sudah bergerak lebih dulu. Hal ini juga terjadi di seluruh wilayah, tidak hanya di Sumatera, tetapi juga di tempat lain. Di setiap bencana, kami berupaya untuk hadir secepat mungkin," kata Menteri Dody.

img_title Serap Aspirasi di Medan Tembung, Rico Waas Targetkan Infrastruktur hingga Poskamling Dibenahi

Kementerian PU bekerja sangat serius untuk pemulihan bencana ini. Penanganan di titik rawan Batu Lubang dilanjutkan secara menyeluruh, dengan dua tujuan yang berjalan beriringan: akses sementara tetap dijaga, sementara rencana permanen disiapkan sejak awal. 

Pada titik putus STA 16+050, opsi penanganan permanen telah disusun melalui rencana nyata, sehingga risiko gangguan berulang dapat ditekan pada koridor yang selama ini menjadi tumpuan mobilitas warga. 

“Rencana tersebut, jalur Batu Lubang diupayakan untuk tidak dilalui, sekaligus untuk menghindari potensi bottle neck yang dapat menghambat kelancaran arus kendaraan di segmen ini. Pada waktu yang sama, pembukaan dan pembersihan akses juga terus dilakukan pada Ruas 2 STA 16+800 dan STA 19+225, agar pergerakan warga tetap terjaga selama masa transisi pemulihan,” jelas Dody.

Sementara itu, Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menjelaskan bahwa Hutama Karya akan terus mendukung kolaborasi dengan Kementerian PU dalam pemulihan pascabencana , terutama pada titik-titik yang langsung berdampak pada mobilitas warga, ujarnya. 

Halaman Selanjutnya
img_title