3.865 Rumah Rusak Terdampak Bencana di Sumut, Gubernur Bobby Terbitkan SK untuk Percepatan Salurkan Bantuan
- dok Polda Sumut
Medan, VIVA Medan –Tercatat ada 15 Kabupaten/Kota, melakukan rekapitulasi data by name by address (BNBA) rumah terdampak bencana di Provinsi Sumatera Utara (Sumut), dan telah menerbitkan Surat keputusan (SK) Bupati/Walikota.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, Ke-15 Kabupaten/Kota, yakni Padangsidimpuan, Sibolga, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Nias Selatan, Nias, Serdang Bedagai, Pakpak Bharat, Nias Barat, Deli Serdang, Mandailing Natal, dan Binjai serta Langkat.
Dari 15 Kabupaten/Kota tersebut, dengan perincian rumah rusak ringan 1.185 unit, rumah rusak sedang 485 unit dan rumah rusak berat 2.195 unit. Total rumah terkena dampak bencana 3.865 unit.
Sementara itu, dua daerah masih dalam proses yaitu Kota Tebingtinggi dan Kota Medan, kemudian dua daerah Kabupaten Asahan dan Batubara, tidak mengizinkan.
Gubernur Sumut, Bobby Nasution.
- dok Pemprov Sumut
“Kami akan menerbitkan SK Gubernur hari ini, untuk mempercepat penyaluran bantuan ke masyarakat, sisanya akan disempurnakan, karena menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) data boleh diperbaiki ke Depan,” ucap Gubernur Sumut Bobby Nasution , saat Rakor Pendataan Pascabencana secara virtual dengan Kemendagri dari kediaman pribadinya, Komplek Tasbih Medan, Selasa 6 Januari 2026
Percepatan penerbitan SK ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan pascabencana di Sumut. Dengan demikian, jumlah masyarakat yang tinggal di pengungsian akan berkurang, terutama pada kondisi rumahnya yang rusak ringan dan sedang.
“Masyarakat kita yang ingin kembali ke rumah, membersihkan rumah mereka, kembali beraktivitas butuh bantuan dan ini yang disiapkan Kementerian Sosial dan BNPB, sehingga bisa mengurangi jumlah warga di pengungsian,” kata Bobby Nasution.
Berdasarkan data Kementerian Sosial, mereka menyiapkan bantuan pascabencana Rp3 juta/keluarga untuk kebutuhan perabotan dan peralatan rumah tangga. Kemudian juga menyiapkan jaminan hidup Rp450 ribu/orang/bulan dalam tiga bulan, serta bantuan modal Rp5 juta/keluarga untuk rintisan usaha.
Selain itu, Kemensos juga menyiapkan santunan korban meninggal Rp15 juta/korban dan luka berat Rp5 juta/korban. Saat ini mereka sudah menyampaikan kepada 111 ahli waris di Kabupaten Pidie, Kabupaten Pidie Jaya, Sibolga dan Kota Padang Panjang.