Fakta-fakta Dibalik Penembakan Dilakukan Oknum ASN, yang Melukai 4 Warga di Simalungun

Ilustrasi penembakan.
Sumber :
  • istockphoto

Simalungun, VIVA Medan – Tercatat ada empat warga di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut) menjadi korban penembakan secara arogan dilakukan oknum seorang aparatur sipil negara (ASN), berinisial JSS (53).

img_title Buntut Keracunan MBG di Karo, Kepala BGN Ajukan Pemecatan Kepala SPPG Sebagai ASN: Jangan Nyawa Orang Jadi Permainan

1.Oknum ASN Tembak 4 Warga Gegara Nabrak Lampu Hias Natal 

Berdasarkan kronologi kejadian peristiwa itu, terjadi pada malam Natal, tepatnya Rabu 24 Desember 2025. Saat itu, pelaku mengendarai mobil hendak pulang ke rumahnya Perumahan Rorinata, Kabupaten Simalungun.

img_title Polsek Bosar Maligas Bekuk Pencuri Lembu di Simalungun, Ternak Korban Ditemukan di Batubara

Dimana, di kawasan perumahan itu, mobil pelaku menabrak lampu hias Natal milik warga sekitar. Hal itu, memicu amarah warga. Karena, JSS tidak mau bertangungjawab. 

Kepala Unit (Kanit) Jatanras Satreskrim Polres Simalungun, Iptu Ivan Roni Purba mengungkapkan bahwa pelaku bukan bertangungjawab. Malah menunjukkan sikap arogan kepada warga di Perumahan tersebut. 

img_title Proses Hukuman Disiplin Berat Menanti Eks Camat Medan Timur, Usai Terungkap Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan

"Awalnya masalah sederhana: lampu Natal ditabrak mobil tersangka. Warga mencoba meminta pertanggungjawaban dengan cara baik-baik. Tapi respons tersangka sangat mengejutkan: 'Itu bukan urusanku, bukan milik pemerintah dan bukan harus kuperbaiki.' Sikap arogan ini memicu ketegangan," sebut Ivan, dalam keterangan persnya, Kamis 1 Januari 2026.

2.Pelaku Semprot Muka Korban Gunakan Pepper Spray Lalu Ditembak 

Keempat korban yang tertembak, yakni Risjon Pardomuan Purba, Deardo Putra Mandasari Purba, Jon Sendi Sahputra Sinaga, dan Jan Rafael Saragih. Mereka semua warga Perumahan Rorinata yang mencoba melerai atau berada di lokasi kejadian.

Pelaku memancing korban atau warga, dengan anak tersangka bernama Abed Nego Saragih mendatangi korban di warung sambil mengajak berbicara baik-baik. Lanjut, Ivan mengatakan bahwa korban mengikuti ajakan tersebut dengan niat baik untuk menyelesaikan masalah secara damai.

"Korban mengira akan ada penyelesaian damai. Tapi ternyata ini adalah perangkap! Di tengah jalan, tersangka sudah menunggu dengan membawa samurai dan senjata api," jelas Ivan.

Ketika korban mencoba bersalaman, tersangka menepis dan JSS langsung mengeluarkan pedang samurai dari dalam mobilnya dan menyiapkan pepper spray. 

"Tersangka turun dengan samurai. Korban berusaha merebut pedang tersebut, tapi tersangka langsung menyemprotkan pepper spray ke wajah dan mata korban. Korban menjerit kesakitan, mata tidak bisa terbuka, dan saat mencoba melarikan diri, dia merasakan pukulan di bahu kanan," kata Ivan. 

Halaman Selanjutnya
img_title