Minyak Karo Takasi Menjuah Juah Binaan Pertamina, Kini Berlebel Halal dan Produksinya Capai 6 Ribu Botol
- dok Pertamina Sumbagut
Deli Serdang, VIVA Medan – Aroma rempah khas Tanah Karo menyeruak dari botol kecil berlabel Minyak Karo Takasi Mejuah Juah. Di balik produk tradisional yang kini makin dikenal ini, ada sosok tangguh bernama Prima Takasi Ginting, pelaku usaha asal Sumatera Utara yang membuktikan bahwa semangat, inovasi, dan kesempatan bisa membawa usaha kecil menembus pasar nasional bahkan siap memasuki pasar internasional.
Perjalanan usaha Prima dimulai sekitar 10 tahun lalu, tak lama setelah ia lulus dari Universitas Negeri Medan (Unimed). Alih-alih mencari pekerjaan, ia justru memilih menciptakan lapangan kerja.
“Saya berpikir bagaimana setelah kuliah tidak mencari pekerjaan, tapi bisa membuka pekerjaan. Alhasil dari minyak karo ini saya bisa mempekerjakan beberapa orang warga sekitar,” ucap Prima di Dapur Takasi Mejuah Juah, Dusun V Ujung Serdang, Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu 1 November 2025.
Kini, usaha yang ia rintis dari dapur tersebut telah berkembang pesat. Setiap bulan, produksi Minyak Karo Takasi Mejuah-juah mencapai 1 ton atau sekitar 6.000 botol, dengan 8 orang karyawan yang bekerja di bagian produksi, kantor, dan lapangan.
Ia menjelaskan Minyak Karo Takasi Mejuah Juah ini hadir dalam lima jenis minyak tradisional berdasarkan bahan pembuatannya yaitu serai, kelapa hijau, cengkeh, kayu putih, dan rempah serta tiga varian sensasi suhu yakni panas, hangat, dan dingin.
Prima juga berinovasi menciptakan produk turunan seperti minyak luka, minyak gatal, minyak bayi, minyak burung bubut, hingga param kering dari sisa rempah, agar tidak ada bahan yang terbuang.“Kami ingin semua bahan bermanfaat. Dari sisa rempahnya pun kami olah lagi jadi param kering sehingga tidak ada yang terbuang,” ujarnya.
Harga minyak ini tergolong terjangkau mulai Rp15 ribu untuk reseller di Medan dan sekitar Rp 20 ribu hingga Rp25 ribu di apotek atau toko obat. Kini, produknya telah hadir di lebih dari 500 titik mitra penjualan, mulai dari apotek, toko obat, hingga toko kelontong.
Namun langkah Prima tak berhenti di situ, ia kini siap melangkah lebih jauh setelah memperoleh sertifikat halal yang difasilitasi oleh Pertamina.“Perasaan saya senang sekali karena sudah ada izin baru, termasuk sertifikat halal. Dengan adanya sertifikat halal ini, kami bisa lebih maju ke depan dan mengembangkan sayap ke supermarket. Sertifikat halal ini jadi salah satu tangga untuk melangkah lebih jauh,” ucapnya.