Maksimalkan KUR dan KPP, Pemprov Sumut Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Gubernur Sumut, Bobby Nasution.
Sumber :
  • dok Pemprov Sumut

Medan, VIVA Medan  –  Kebijakan Pemerintah Pusat menyesuaikan Transfer ke Daerah (TKD) tahun depan membuat Pemerintah Daerah (Pemda) perlu berinovasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. 

img_title Bobby Nasution Larang ASN Sumut Sentuh Vape, Anggota DPR: Langkah Pencegahan Seperti Ini Harus Didukung

Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan, salah satu langkah strategi yang dilakukan adalah dengan memaksimalkan sektor investasi melalui pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat ( KUR ) dan Kredit Program Perumahan ( KPP ).

Menurut Bobby Nasution , total pengeluaran Pemda di Sumut tahun depan akan berkurang sekitar Rp9 triliun akibat penyesuaian TKD. Sementara di sisi lain, Sumut menargetkan mencapai pertumbuhan ekonomi 6,8% hingga 7,2%.

img_title Keren! Jadi Wakil Sumut, Mahasiswa UMSU Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di Abdidaya Ormawa 2026

Hal itu diungkapkan Bobby Nasution usai menghadiri Akad Massal 800.000 KUR dan KPP secara virtual, di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut , Jalan Diponegoro, Kota Medan, Selasa 21 Oktober 2025.

"Otomatis pertumbuhan ekonomi kita akan terkoreksi tahun depan. Harus ada yang menutup celah ini, salah satunya melalui KUR dan KPP. Oleh karena itu, Pemda akan terus memadukan pemanfaatan KUR agar targetnya tercapai dan dapat dimaksimalkan," ungkap Bobby Nasution. 

img_title Dukung Pemulihan Pascabencana, Kementerian UMKM Apresiasi Bank Sumut - KUR 0% Pembiayaan

Bobby menyebutkan, realisasi KUR di Sumut saat ini masih menempati kelima nasional dengan total penyaluran Rp11 triliun, tepat di bawah Sulawesi Selatan. Padahal, secara jumlah penduduk dan pelaku UMKM, Sumut seharusnya memiliki potensi lebih besar.

"Kita maksimal belumkan ini. Bahkan masih ada daerah yang tidak melakukan pendataan UMKM-nya. Jadi kerja samanya, agar perekonomian masyarakat kita semakin membaik ke depan," tutur Bobby.

Dalam kegiatan akad massal tersebut, Pemprov Sumut menghadirkan sekitar 1.000 debitur yang melakukan akad pemanfaatan KUR dan KPP. Bobby berharap jumlah debitur terus meningkat dari tahun ke tahun.

"Semua sudah ada targetnya, termasuk untuk bank-bank di daerah. Saya berharap debitur kita terus bertambah sehingga target KUR dan KPP bisa tercapai. Ini akan sangat membantu pertumbuhan ekonomi kita," kata Bobby.

Saat ini, pemanfaatan KUR juga semakin luas agar lebih mudah diakses masyarakat. Selain untuk usaha kecil, mikro, dan super mikro, KUR juga dapat dimanfaatkan oleh Tenaga Migran Indonesia (TMI). Sementara KPP diperuntukkan bagi kontraktor, pengembang (developer), dan penyedia bahan bangunan.

Halaman Selanjutnya
img_title