TPKD Sumut Lahirkan Pemimpin Desa Tangguh Lewat Study Ketahanan Desa

TPKD Sumut gelar Study Ketahanan Desa.
Sumber :
  • Ist/VIVA Medan

Medan, VIVA Medan – Tenaga Penggerak Ketahanan Desa (TPKD) Provinsi Sumatera Utara sukses menyelenggarakan Study Ketahanan Desa (SKD) sebagai langkah strategis memperkuat peran desa dalam menjaga Ketahanan Nasional. 

img_title Perkuat Mobilitas Masyarakat di Sumut, KAI Bandara Catat Layani 41.296 Penumpang Relasi Medan–Lubuk Pakam

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari dua malam dengan mengusung tema besar "Ketahanan Desa untuk Ketahanan Nasional", di Kantor BPSDM Sumut, Jumat 10 Oktober 2025.

Acara pembukaan dihadiri 648 peserta dari berbagai kabupaten/kota di Sumut dan dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumatera Utara melalui Kepala Dinas PMD Dukcapil, H. Parlindungan Pane, S.H., M.Si. 

img_title GJI dan LPHD Permata Hijau Ungkap Titik Sarang Orangutan Tapanuli di Penyangga Gunung Lubuk Raya

Sementara itu, 63 peserta inti terpilih mengikuti seluruh rangkaian kelas SKD yang difokuskan untuk mencetak calon pemimpin masyarakat desa yang tangguh, ideologis, dan berwawasan kebangsaan.

Ketua TPKD Sumut Kristianus Dachi menegaskan bahwa desa memiliki posisi strategis dalam menjaga stabilitas dan ketahanan bangsa.

img_title Warga Sumut Wajib Tahu! Ini Alur Layanan Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas

"Membangun ketahanan nasional harus dimulai dari desa. Desa adalah benteng pertama negara. Bila desa kuat, bangsa tidak mudah goyah oleh krisis apa pun. Melalui SKD ini, kita ingin melahirkan pemimpin desa yang bukan hanya paham tata kelola, tapi juga memiliki kesadaran ideologis dan tanggung jawab kebangsaan," ujarnya.

Mewakili Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Kadis PMD Dukcapil H. Parlindungan Pane menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif TPKD dalam menginisiasi kelas Ketahanan Desa ini.

"Pemerintah provinsi mendukung penuh langkah strategis TPKD. Ini sejalan dengan visi nasional Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pembangunan dimulai dari desa. Ketahanan nasional tidak dibangun dari pusat saja, tetapi bertumpu pada rakyat di desa. Desa kuat, negara berdaulat,” tegasnya.

Program SKD ini melibatkan berbagai kegiatan seperti seminar kebangsaan, pelatihan kepemimpinan desa, simulasi ketahanan sosial-ekonomi, bela negara, serta penguatan karakter pemimpin.

Melalui pendekatan komprehensif tersebut, peserta dibekali dengan kemampuan analisis, ketangguhan ideologis, serta semangat pengabdian kepada masyarakat desa.

Ketua TPKD Sumut Kristianus Dachi menambahkan, ke depan penguatan ketahanan desa akan menjadi agenda permanen dalam membangun kemandirian dan kedaulatan bangsa.

"Desa bukan objek pembangunan, desa adalah subjek perubahan. Ketahanan nasional lahir dari desa-desa yang berdikari," pungkasnya. 

Halaman Selanjutnya
img_title