Buntut Dugaan Korupsi di Disdik Langkat, Mahasiswa Demo Desak Gubernur Bobby Nasution Copot Kadinkes Sumut

PERMAK menggelar unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumut.
Sumber :
  • B.S.Putra/VIVA Medan

VIVA Medan –Buntut kasus dugaan korupsi di Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Langkat. mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Anti Korupsi (PERMAK) Sumut unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumut, Jalan P. Diponegoro, Kota Medan, Selasa 16 September 2025.

img_title Pemprov Sumut Dorong Penguatan Kolaborasi Antarprovinsi se-Sumatera untuk Percepat Pertumbuhan Kawasan

Pendemo menuntut Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution segera mencopot Faisal Hasrimy dari jabatannya sebagai Kepala Dinas Kesehatan Sumut. Dengan tujuan membersihkan Pemprov Sumut, dari dugaan korupsi tersebut. 

Ketua PERMAK Sumut, Asril Hasibuan mengungkapkan Faisal Hasrimy yang saat menjabat sebagai Pejabat (Pj) Bupati Langkat. Diduga kuat di balik dugaan korupsi proyek Smart Board dan Meubilair senilai Rp100 miliar di Disdik Kabupaten Langkat.

img_title Banjir Besar di Sumut November 2025, Prof Jatna : Dipicu Anomali Cuaca

“Anggaran Rp100 miliar itu dipaksakan masuk di penghujung 2024. Proyeknya tidak masuk akal: Rp50 miliar untuk Smart Board dan Rp50 miliar untuk meubilair. Proses tender penuh rekayasa, bahkan serah terima barang dilakukan hanya dalam hitungan hari,” ucap Asril Hasibuan, dalam orasi demonya menggunakan pengeras suara. 

Dalam aksinya, mahasiswa juga menyoroti dugaan pemalsuan dokumen yang menyeret nama mantan Kadisdik Langkat, Saiful Abdi. Menurut mereka, Saiful justru sempat menolak proyek tersebut, namun dipaksa dan diintimidasi untuk menandatangani dokumen pencairan.

img_title Kepala Biro Perekonomian Sumut Poppy Hutagalung Dicopot, Alasannya: Lihat Saja di IG Pak Gubernur

“Ini bukan korupsi biasa, ini konspirasi jahat. Faisal Hasrimy sebagai penguasa saat itu menekan bawahannya. Bahkan ada dokumen dengan tanda tangan palsu untuk menjerumuskan orang lain,” ucap Koordinator Aksi, Yunus Dalimunthe.

Untuk memaksimalkan proses penyelidikan kasus dugaan korupsi tersebut. Massa pengunjuk rasa mendesak Kejaksaan Tinggi Sumut mengambil alih penyidikan kasus dugaan korupsi tersebut, dari Kejari Langkat yang dinilai lamban dan tidak menyentuh aktor utama. 

Mereka juga meminta agar Kejati Sumut menggeledah kantor-kantor OPD terkait, rumah pribadi pejabat, hingga pihak rekanan proyek.

“Bola panas ini tidak boleh berhenti di Dinas Pendidikan. Jaksa harus berani panggil PJ Bupati, TAPD, pejabat Disdik, dan semua yang terlibat. Tidak boleh ada yang kebal hukum,” seru mahasiswa dalam orasi bersama.

Aksi mahasiswa ini diwarnai dengan yel-yel “Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat! Hidup Keadilan!” serta pembentangan poster desakan pencopotan Faisal Hasrimy.